Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Sukseskan PPKM Darurat

Ponorogo Dapat Bantuan 50 Personel TNI dari Batalyon Infanteri 511

Kesiapan personel dalam pengamanan PPKM Darurat di Ponorogo (foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 15 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Kabupaten Ponorogo berada di level 3.

Penetapan PPKM Darurat untuk bumi reyog dilaksanakan mulai 3-20 Juli 2021. Dengan PPKM Darurat ini, diharapkan ada penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19. Dalam instruksi tersebut, terdapat ketentuan baru yang lebih ketat dari yang sebelumnya.

 

Yakni, seperti penggunaan masker diharapkan lapis 2 serta mempertimbangkan jaga jarak, karena penyebaran virus Covid-19 ini, tidak hanya menular dengan cara bersentuhan saja. Selain itu dilakukan penguatan dalam 3T, yang meliputi testing, tracing dan treatment.

Untuk menyukseskan Inmendagri tersebut, Pemkab Ponorogo bersama Polres dan Kodim 0802/ Ponorogo menggelar apel gelar pasukan PPKM Darurat. Hal itu dilakukan dalam rangka pendisiplinan dan penanganan Covid-19 di bumi reyog.

“Gelar pasukan ini bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat Ponorogo tentang PPKM Darurat yang dilaksanakan mulai tanggal 3 hingga 20 Juli 2021,” kata Dandim 0802 Ponorogo, Letkol Inf Muhammad Radhie Rusin, Sabtu (3/7/2021).

Forkopimda Ponorogo akan melakukan sosialisasi instruktur mendagri dan surat edaran (SE) Bupati terkait PPKM Darurat ini. Dalam instruksi sudah runut, apa yang boleh dilakukan maupun yang tidak, selama kegiatan PPKM Darurat berlangsung.

Dandim menyadari bahwa pemberlakuan intruksi dari mendagri tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itu sosialisasi dilakukan sambil berjalannya PPKM Darurat. “Seperti disampaikan Bapak Presiden, menteri dalam negeri dan gubernur, kegiatan ini bukan dalam membatasi masyarakat, tetapi dilaksanakan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Radhie Rusin menambahkan, untuk mensukseskan kegiatan tersebut, dari TNI ada tambahan personel yang didatangkan dari Batalyon 511 sebanyak 50 prajurit. Tambahan personel itu, berfungsi untuk memback-up pelaksanaan PPKM Darurat di Ponorogo.

Sementara itu Wakil Bupati Lisdyarita menyatakan Pemkab Ponorogo akan mengikuti intruksi Mendagri tentang penetapan PPKM Darurat ini. Dia menghimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaan PPKM Darurat di bumi reyog.

“Saya minta masyarakat, ayolah ikuti dan patuhi PPKM Darurat dari pada nanti kena sanksi. Sebab pemda yang tidak mengikuti intruksi ini juga bakal kena sanksi,” pungkasnya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar