Politik Pemerintahan

Pompanisasi Solusi Atasi Kekeringan di Kabupaten Ponorogo

Foto ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Pompanisasi menjadi solusi yang dapat ditempuh mendatang jika kemarau melanda bumi reyog seperti yang berlangsung kurang lebih dua bulan ini. Pasalnya keadaan kemarau ini membuat ribuan lahan pertanian di Ponorogo memgalami kekeringan.

”Pompanisasi bisa secara mandiri maupun melalui kelompok tani (poktan),” kata Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Ponorogo Andi Susetyo, Rabu (2/10/2019).

Andi mendorong sejumlah desa untuk memanfaatkan dana desa unguk membangun jaringan pompa air di lahan pertanian. Dia menyebut jika mengandalkan bantuan dari pemkab, jumlahnya juga terbatas. Solusi lain kata Andi, petani bisa merubah pola tanam. Jadi ketika kemarau bisa menanam palawija yang tidak seeing membutuhkan air.

”Atau alternatif lain dengan menggunakan varietas padi yang lebih tahan air,” katanya.

Sekedar diketahui menurut data dari Disperta Ponorogo hingga bulan September lalu, total terdapat 1.671 hektare lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Sebanyak 672 hektare diantaranya dipastikan puso. Sementara, 260 hektare mengalami kekeringan berat, 308 hektare kekeringan sedang, dan 390 hektare kekeringan ringan. Beruntung, kata Andi sebagian besar petani yang mengalami puso sudah terdaftar dalam asuransi usaha tanaman padi (UTP).

”Kekeringan di atas 75 persen bisa mendapat asuransi. Penyedia asuransi melakukan verifikasi di lapangan sebelum mencairkan ganti rugi tersebut,” pungkas Andi.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar