Politik Pemerintahan

Polres Lumajang Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2019

Lumajang (beritajatim.com) – Polres Lumajang menggelar simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Halaman Stadion Semeru, Jum’at (22/3/2019). Tim keamanan gabungan langsung menunjukan aksinya dalam pengaman pesta 5 tahunan itu.

Simulasi dimulai dengan aks Sekumpulan massa berunjuk rasa dengan dijaga Puluhan Personil kemudian tiba-tiba pecah kerusuhan. terjadi lempar-lemparan dan sepertinya tidak dapat dikendalikan oleh anggota Dalmas Polres Lumajang.

elanjutnya TNI, Polri dan Satpol PP Patroli keliling kota untuk antisipasi kerusuhan meluas keseluruh kota Lumajang. Selanjutnya datang Tim Cobra menggunakan puluhan motor tril lengkap dengan senjata laras panjang langsung mengamankan beberapa orang dan dimasukkan kedalam mobil Polisi.

Terlihat Beberapa personil TNI dan Polri berjaga disudut-sudut kota Lumajang. TNI-Polri bersama pemerintah Daerah melakukan pelatihan Sistem Pengamanan Kota dalam rangka mengatasi kerusuhan akibat konflik horizontal yang dapat terjadi karena masalah Pemilu yang sebentar lagi memasuki tahap kampanye akbar.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan, simulasi Sispam Kota bertujuan untuk melatih petugas dalam mengendalikan situasi bila ada kerusuhan yang dapat menjalar dan bersifat meluas. Dari simulasi Sispam Kota ini terlihat peran masing-masing apa yang Polri harus lakukan, apa yang TNI harus lakukan, apa yang harus dilakukan oleh Satpol PP dan juga apa peran potensi masyarakat lainnya.

“Semuanya berperan berdasarkan eskalasi kerusuhan yang terjadi,” terang Arsal.

Dandim 0821 Lumajang Letkol Infanteri Ahmad Fauzi S.E menyampaikan tentang tugas TNI memberikan bantuan ke Polri apabila kekuatan sudah tidak mampu menangani kerusuhan yang terjadi. sudah ada aturan terkait perbantuan TNI ke Polri dalam kondisi-kondisi tertentu.

“Dalam simulasi Sispam Kota ini tergambar Posisi masing-masing. Tujuan utamanya adalah membuat Kota Lumajang selalu kondusif, kalau ada kerusuhan, kami akan bantu Polri untuk menetralisir situasi,” ujar Fauzi. (har/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar