Politik Pemerintahan

Politisi PKB Pantau Bantuan Pemprov ke Pesantren

Lumajang (beritajatim.com) – Kembalinya Santri ke Pondok Pesantern (Ponpes) di Lumajang – Jember jadi perhatian anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PKB, Lailatul Qodriyah. Dalam rapat internal Fraksi mendesak Pemerintah Provinsi untuk segera mencairkan bantuan ke Ponpes sebesar Rp. 200 Milyar dalam penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Kami mendesak penyaluran bantuan Pemprov ke sejumlah pesantren dan akan memantau ,” ujar perempuan asal Lumajang itu saat dihubungi beritajatim.com, Kamis (4/6/2020).

Menurut dia, pesantren adalah tradisi pendidikan ilmu agama sebelum Indonesia merdeka. Apalagi Jawa Timur adalah pusat pendidikan agama islam yang merata di 38 Kabupaten/Kota. “Ini penting jadi perhatian,” jelasnya.

Persoalan pesantren untuk bisa menerapkan protokol kesehatan pada umumnya menjadi kendala bagi sejumlah lembaga. Sehingga perlu ada pendampingan dan perhatian dari pemprov dan pemda. “Jujur saja, yang sulit memenuhi physical dan sosial distancing adalah ponpes menengah kebawah,” terang ketua Fatayat Lumajang itu.

Pondok pesantren untuk asrama di setiap kamar bisa terisi 10 – 15 santri. Jika dilakukan pembatasan jarak untuk tidur dan berkegiatan sangat sulit. “Ini perlu pendampingan tenaga kesehatan,” paparnya.

Bantuan 200 Milyar yang disediakan Pemprov Jatim berupa alat pelindung diri, handsanitizer, disinfektan, thermogun dan pemenuhan obat-obatan. Masih kata laila, untuk pemerintah daerah bisa memenuhi bantuan tidak tercover provinsi. “Proaktif pemda sangat dibutuhkan saat kembalinya santri,” pungkasnya. (har/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar