Politik Pemerintahan

Politisi Gaek Golkar Akbar Tanjung Turun Gunung ke Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – DPD Partai Golkar se-Jatim merapatkan barisan menghadapi Pileg 17 April 2019.Ratusan pengurus menghadiri acara ‘Silaturahim dan Pengarahan Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung serta Bimtek Saksi dari DPD Partai Golkar se-Jatim’ di kantor DPD Partai Golkar, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (7/3/2019).

Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjuntak mengakui adanya kerinduan kader Golkar Jatim saat Akbar Tanjung menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada tahun 1999 hingga 2004.

“Bang Akbar melakukan 48 kali kunjungan ke Jatim, mulai pondok pesantren besar, pondok pesantren kecil dan kota-kota besar. Hasilnya saat itu Pemilu 2004, Golkar mendapat dapat 128 kursi di senayan. Itu akan dicatat dalam perjuangan dan sejarah Golkar di Jatim,” kata Sahat.

Sahat berharap Akbar bisa kembali turun berkampanye ke daerah-daerah. “Ke dapil-dapil yang menurut catatan kami telah memberi suara yang signifikan, dan perlu ditingkatkan lagi elektabilitas serta akseptabilitasnya,” ujarnya.

Kantor Golkar Jatim pernah dibakar dan dihancurkan pada Februari 2001. “Tapi Golkar bisa bangkit kembali dan Golkar menjadi pemenang Pemilu 2004. Ada satu Bank yang buka 24 jam, dia adalah Bang Akbar Tanjung. Mobil riwayat yang pernah dinaiki Bang Akbar saat itu bersama saya, belum saya jual sampai saat ini,” jelasnya.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Jatim Zainudin Amali menambahkan, keteladanan Akbar Tanjung dalam memimpin Golkar diharapkan bisa ditularkan ke seluruh pengurus di Jawa Timur.

“Pak Akbar bukan orang asing bagi kader Golkar Jatim. Beliau pernah jadi anggota DPR RI dari Jawa Timur. Motivasi dari Pak Akbar kami butuhkan untuk membangkitkan semangat menghadapi Pileg 2019,” tegasnya.

Saat ini, menurut dia, elektabilitas Partai Golkar Jatim telah meningkat 300 persen dari capaian. Ini karena konsolidasi berjalan dan harus terukur kinerjanya. Ini akan membuat partai akan bergairah dan bangkit kembali.

“Kami bangun soliditas antarpengurus provinsi, provinsi dan kabupaten/kota serta seluruh kader. Kami tiru Pak Akbar dalam membuat kader Golkar menjadi solid. Golkar adalah partai yang punya pengalaman dan mampu bangkit, ketika menghadapi persoalan. Kami sangat maksimal dan percaya diri dalam menghadapi Pemilu 2019,” tandasnya.

Zainudin menjelaskan, ada target kursi 20 persen untuk kursi parlemen bagi DPD kabupaten/kota. Ini agar mereka bisa mengusung calon kepala daerah sendiri. “Dan agar tidak mengemis atau meminta-minta untuk koalisi dengan parpol lain. Apabila ada daerah yang bisa mencapai 20 persen, pemimpin partai atau kader terbaiknya akan diprioritaskan jadi calon kepala daerah. Janji saya ini disaksikan Pak Akbar,” tukasnya.

DPRD Jatim saat ini telah memiliki 11 kursi dan ditargetkan menjadi 17-20 kursi untuk DPRD Jatim pada Pileg 2019. Golkar adalah salah satu pengusung utama pasangan Khofifah-Emil. Golkar akan mengawal pemerintahan Jatim menjadi efektif untuk kemakmuran rakyat.

Sedangkan untuk target DPR RI, kata dia, secara nasional sebanyak 110 kursi dan Jatim diminta untuk menyumbangkan 15-17 kursi.

Untuk diketahui, pada tahun 2004, Partai Golkar muncul sebagai pemenang pemilu dengan menempatkan 128 kursi di DPR RI. Namun, pada Pemilu 2009, suara Partai Golkar turun di angka 106 kursi. Pada tahun 2014, meraih 91 kursi dengan 14 persen suara. Tahun ini ditargetkan 110 kursi secara nasional. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar