Politik Pemerintahan

Polisi Mediasi Pedagang Ternak dengan Pemkab Jember

Jember (beritajatim.com) – Aparat kepolisian akhirnya memediasi pedagang hewan ternak dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pedagang menuntut agar pasar hewan dibuka setelah hampir dua bulan tutup karena Covid-19.

Polres Jember melakukan mediasi, setelah Komisi B DPRD Jember gagal menghadirkan pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat dalam rapat dengar pendapat, Rabu (13/5/2020) sore.

“DPRD mentok. Saya memang minta tolong kepolisian untuk cari celah komunikasi,” kata anggota Komisi B DPRD Jember dari Partai Amanat Nasional Nyoman Aribowo.

Nyoman mengatakan, parlemen sudah berusaha mempertemukan semua pihak, termasuk paguyuban pedagang hewan ternak yang menuntut pasar dibuka dengan pemerintah daerah. “Ini masalah keadilan. Pasar sayur-mayur buka. Mall juga buka,” katanya.

Nyoman tidak tahu kenapa perwakilan Disperindag Jember tak hadir. Padahal semua kepala kepolisian sektor yang membawahi pasar hewan di wilayah masing-masing hadir. “Ini semua pejabat tak ada yang mau menemui. Anak buahnya tidak berani,” katanya.

Akhirnya, Kepala Satuan Intelijen Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Dartok Darmawan yang mencoba menghubungi pejabat Disperindag dan berhasil. “Alhamdulillah sudah ada sedikit titik terang. Insya Allah diizinkan buka, tapi dengan syarat. Pertama, harus sesuai protokol Covid-19. Tapi mohon jangan buka dulu, sebelum disterilkan. Nanti petugas pasar ke sana, mengecek lokasi, pasar akan disemprot dan ditata,” katanya.

Pasar hewan juga akan memiliki jam buka. “Jam buka tidak bisa seperti biasa. Semua dibatasi, termasuk pasar tradisional. Nanti tunggu perkembangan. Saya mohon jangan buka dulu, menunggu pasar disterilkan dulu oleh dinas terkait,” kata Dartok.

Namun Dartok mengingatkan, bahwa pihaknya hanya mengamankan. Masalah pasar hewan berada di bawah wewenang Disperindag Jember. “Kami dorong petugas terkait. Nanti mungkin akan ada skala prioritas. Kami belum tahu,” katanya.

Ketua Paguyuban Pedagang Hewan Ternak Jember Ahmad One Prastiyono siap menunggu. “Tapi kami hanya memberi waktu dua hari. Jadi kami hanya memberi waktu mensterilkan dan mengatur pasar yang berjumlah sembilan tempat. Apapun yang terjadi kami tidak mau penutupan pasar ini diperpanjang. Kami prosedural, mengikuti aturan main, tapi kami jangan di-PHP. Kami tidak mau mendapat janji palsu,” katanya.

Sabtu (16/5/2020), jadwal pasar hewan buka di Klompangan, Sumberbaru, dan Kencong. “Hari Minggu dan hari selanjutnya sesuai kebiasaan hari buka,” kata Prastiyono. [wir]

Apa Reaksi Anda?

Komentar