Politik Pemerintahan

Polisi Dalami Kasus Lahan Pemkot Malang di Jalan Jakarta

Tim Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang melakukan pengukuran tanah di Jalan Jakarta Nomor 36.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota mendalami kasus aset milik Pemerintah Kota Malang di Jalan Jakarta Nomor 36, Klojen, Kota Malang. Aset ini diketahui milik Pemkot Malang yang telah disewa oleh keluarga bernama Theresia sejak tahun 1974.

Di tempat ini, Theresia mempercayakan Lasmi (57 tahun) untuk menjaga aset yang dia sewa dari Pemkot Malang. Pada, 8 Mei 2021 Lasmi kaget tiba-tiba ada orang yang mengklaim lahan ini sebagai miliknya. Bahkan sempat memasang papan plakat yang kemudian di lepas pada 18 Mei 2021. Perbuatan memasuki pekarangan orang inilah yang dilaporkan Theresia ke Polresta Malang Kota.

“Ini masih kita dalami, kami masih mencari alat bukti dari masing-masing. Masih proses pemeriksaan. Yang dilaporkan pasal 167 dan beberapa pasal, soal tanah. Kita masih mengumpulkan hak nya masing-masing,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Priambodo, Senin, (24/5/2021).

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subhan mengatakan, bahwa aset itu memang milik mereka. Kini mereka bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, yang diberi nama tim inventarisasi sedang mengajukan sekitar 8 ribu sertifikasi aset termasuk di Jalan Jakarta Nomor 36.

“Tanah milik Pemkot Malang, sudah terbit izin tempat pemakaian tepatnya SKnya 24 Januari 1955 atasnama R Sumarjo. Kemudian 25 April 1974 beralih ke Teguh Jaya Kusuma Widodo. Kemudian beralih ke putrinya bu Theresia Sulinadi yang sampai sekarang itu terbit sejak tanggal 28 Desember 2005. Jadi defacto maupun dejure yang menguasai adalah Theresia. Terkait berita yang menyatakan klaimer yang sudah bersertifikat ya monggo kalau mau dibuktikan di Pengadilan,” ujar Subhan.

Subhan mengungkapkan, tanah seluas 813 meter itu mutlak milik Pemkot Malang. Bahkan si penyewa keluarga Theresia mengakui bila tanah itu milik Pemkot yang mereka sewa untuk izin tempat tinggal. Jika ada pihak lain yang mengklaim tanah itu milik mereka berdasarkan surat yang dimiliki. Diminta untuk melakukan pengecekan di BPN.

“Kami sudah tanya ke pak lurahnya, karena di gambar sertifikat yang beredar di media masa ada riwayatnya ada surat keterangan asal usul tanah, ada keterangan ahli waris. Dan itu semua sudah kita konfirmasi ke lurah yang dulu, itu semua tidak benar. Kalau diproses ke pengadilan ya monggo, bukti sudah kita punyai semua. Kami saat ini masih dalam proses lidik pulbaket apalagi sempat ada yang pasang plang,” tutur Subhan.

Sebelumnya, kasus ini bermula dari Penjaga rumah di Jalan Jakarta, nomor 36 Penanggungan, Klojen, Kota Malang, Lasmi (57 tahun) yang kaget aset milik Pemkot Malang tiba-tiba diklaim oleh orang dengan inisial WN. Padahal aset Pemkot Malang ini disewa oleh Theresia sejak puluhan tahun, keluarga Lasmi diberi mandat Theresia untuk menjaga aset ini sejak tahun 1980 an.

Lasmi kaget lahan yang dia jaga tiba-tiba di klaim sepihak oleh seseorang berinisial WN. Sejak tahun 2019 dia sering datang ke tempat ini dan mengaku lahan ini miliknya. Barulah pada tahun 2021 inilah dia mulai berani menunjukan bukti Surat Hak Milik (SHM) bersama pengacaranya meski hanya foto di dalam handphone.

Bahkan pada 8 Mei 2021 pihak WN memasang papan plakat di depan bangunan ini. Lalu pada tanggal 18 Mei plakatnya dilepas kembali oleh pihak WN. Setelah itu pihak penyewa aset lahan milik Pemkot melaporkan WN ke Polresta Malang Kota karena telah memasuki pekarangan orang dan merusak halaman untuk pemasangan papan plakat.

“Ya saya kaget kok tiba-tiba ada yang mengaku pemilik. Karena setahu saya ini milik Pemkot Malang yang disewa oleh Bu Theresia sudah puluhan tahun sebelum keluarga disuruh jaga lahan ini di tahun 80 an itu. Saya kemarin di panggil polisi jadi saksi pelaporan WN karena memasuki lahan orang dan merusak halaman,” tandas Lasmi. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar