Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Polemik Gunting Pita, Politisi Gerindra Asal Ponorogo Beri Pendapat Terkait Kinerja SBY dan Jokowi

Ponorogo (beritajatim.com) – Beberapa waktu lalu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melontarkan hal kontroversial dalam Rapimnas Partai Demokrat. Kalau itu, dihadapan kader partai berlambang bintang mercy itu, menyatakan bahwa Pemerintahan Jokowi hanya sebatas gunting pita. Sontak pernyataan itu mendapatkan reaksi beragam dari lapisan masyarakat.

Salah satunya dari Supriyanto, politisi Partai Gerindra asal Kabupaten Ponorogo. Supriyanto menyatakan pandangannya terhadap kinerja Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Dia menegaskan bahwa pandangannya ini, merupakan pendapat pribadinya.

“Ini pandangan saya pribadi terkait kinerja Pak SBY dan Pak Jokowi. Pandangan ini saya dasari dari beberapa kriteria,” kata Supriyanto yang juga menjadi anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur 7 itu, Sabtu (24/9/2022).


Setidaknya ada 10 kriteria yang menjadi pandangan Supriyanto dalam menganalisis antara kinerja SBY dan Jokowi. Dalam penjelasannya, pertama terkait karakter kepemimpinan. Diakui Supriyanto dari segi kepemimpinan, keduanya cukup kuat. Namun, Supriyanto masih menilai lebih pada sosok mantan Gubernur Kota Solo dan DKI Jakarta itu. Meski tidak mempunyai background militer, menurut Dia, kepemimpinan Jokowi terkesan lebih kuat.

Dalam mengambil keputusan, keduanya bisa dibilang cukup matang. Akan tetapi, jika dilihat selama ini, kata Supriyanto Jokowi terkesan lebih cepat di dalam membuat keputusan. Hal tersebut juga berlaku dalam kemampuan menghadapi problem, dan persoalan bangsa.

“Kemampuan keduanya cukup berimbang. Namun Jokowi terkesan lebih lugas dan tegas,” kata mertua dari penyanyi ibukota Ifan Seventeen tersebut.

Dibidang komunikasi publik. SBY dan Jokowi punya komunikasi publik yang cukup baik dan matang. SBY melakukan komunikasi dengan cukup baik, santun, dengan kalimat yang teratur. Sementara Jokowi cukup komunikatif, dan banyak turun langsung ke masyarakat.

“Sementara untuk komunikasi dan kerja sama Internasional. Dalam bidang ini, kemampuan keduanya cukup berimbang. Namun saya akui kalau Pak SBY kelihatannya lebih komunikatif,” katanya.

Untuk bidang ekonomi dan bidang penegakkan hukum, Supriyanto menyebut bahwa keduanya mempunyai capaian yang tidak jauh berbeda. Masing-masing mempunyai prestasi yang cukup di bidang ekonomi. “Bidang penegakan hukum, keduanya punya prestasi yang tidak jauh berbeda,” ungkapnya.

Untuk bidang pembangunan infrastruktur, yang diklaim AHY, Jokowi hanya gunting pita, menurut Supriyanto, Presiden Jokowi sangat sukses. Dia mencontohkan pembangunan bendungan sampai tahun 2024, ditargetkan mencapai lebih dari 35 bendungan. Pembangunan bandara lebih dari 28 bandara. Selain itu juga pembangunan pembangkit listrik yang cukup berhasil, pembangunan jalan tol lebih dari 1.500 km dalam kurun waktu 7 tahun masa pemerintahan Jokowi.

“Pada jaman SBY, pembangunan bendungan, bandara, dan pembangkit listrik capaiannya sebanding dengan pemerintahan Jokowi. Namun untuk pembangunan Jalan Tol pada masa kepemimpinan SBY hanya mampu mencapai kurang lebih 190 km. Dalam hal ini, capaian SBY tertinggal jauh dengan capaian selama 7 tahun di era pemerintahan Jokowi,” jelas Supriyanto.

Sementara untuk pembangunan di tingkat pedesaan. Lahirnya undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang disahkan pada jaman pemerintahan SBY, telah mendorong percepatan pembangunan desa di seluruh Indonesia. Kinerja Presiden Jokowi dalam memenuhi amanat undang undang tersebut, khususnya yang terkait dengan Dana Desa, Presiden Jokowi cukup berhasil dengan akselerasi yang cepat. Sehingga pembangunan di tingkat pedesaan di seluruh Indonesia, dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.

Kriteria terakhir, yakni bidang administrasi pertanahan dan bidang administrasi kependudukan. Dalam bidang administrasi pertanahan kinerja pemerintahan Jokowi lebih berhasil dibanding dengan kinerja pemerintahan SBY. Utamanya, menurut Supriyanto dalam hal penerbitan sertifikat tanah untuk masyarakat, untuk bidang administrasi kependudukan dan catatan sipil kinerja presiden Jokowi lebih baik dari pada era pemerintahan SBY.

“Dari pandangan yang saya ungkapan itu, dapat disimpulkan bahwa kinerja keduanya cukup berhasil dalam mengelola pemerintahan dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun seandainya diperkenankan untuk memberikan penilaian dalam bentuk angka, saya akan memberikan nilai untuk Pak SBY dengan angka 7. Sedangkan untuk Pak Jokowi, saya beri nilai angka 8,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, pernyataan AHY dalam Rapimnas Partai Demokrat beberapa minggu lalu, yang menyatakan bahwa pemerintahan Jokowi hanya sebatas gunting pita. Hal tersebut diungkapkan dalam proyek infrastruktur pada periode pertama pemerintahan-nya. Menurut AHY program tersebut telah direncanakan, dianggarkan, dan sebagian telah dilaksanakan pada zaman pemerintahan SBY. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar