Politik Pemerintahan

Polemik di PDIP Surabaya, Sekretaris PAC Bulak Buka Suara

Konfercab PDI Perjuangan Kota Surabaya, beberapa waktu lalu.

Surabaya (beritajatim.com) – Bola panas Konfercab PDIP di Surabaya masih terus bergulir. Kini, Sekretaris PAC Bulak Yosef Aji Haryadi mengungkapkan jika proses sosialisasi PP no. 28 tahun 2019 tidak pernah sampai ke akar rumput.

“Kalau itu sampai, maka teman-teman tidak akan berani protes. Karena memang sudah sesuai sekali itu dengan aturan,” tegas Yosef, Rabu (10/7/2019).

“Paling tidak, sosialisasi itu tidak terjadi di PAC Bulak. Tidak pernah ada sama sekali sosialisasi apapun terkait PP 28 Tahun 2019. Kalau di tempat lain, saya kurang begitu paham. Tapi, mungkin ya kurang lebih sama,” tambahnya.

Di peraturan itu, menurut Yosef, jelas tertulis jika DPP berhak mempertimbangkan nama yang sudah menjadi hasil Rakercab maupun Rakerda. “Kalau tidak salah di pasal 44,” jelasnya.

“Jadi, meskipun yang ditunjuk DPP bukan hasil Rakercab, ya tidak masalah. Mungkin karena didasari pertimbangan pertimbangan lain. Tetapi yang jelas, semua itu prosedurnya sudah tercantum di PP 28 tahun 2019 itu. Harusnya sudah tak ada yang protes,” cetus Yosef lebih lanjut.

Sebagai informasi, konflik di tubuh PDIP Surabaya bermula saat posisi Whisnu Sakti Buana sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya digantikan oleh Adi Sutarwiyono pada Konferensi Cabang Zona Surabaya yang digelar DPD PDIP Perjuangan Jatim pada Hari Minggu (7/7/2019).

Adi Sutarwiyono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya terpilih dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat bersama dengan Taru Sasmita sebagai Bendahara dan Baktiono selaku Sekretaris. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar