Politik Pemerintahan

PNS Jember Komplain: Terima SK Naik Pangkat, Malah Turun Pangkat

Sejumlah PNS yang mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Jember untuk komplain, Rabu (5/8/2020).

Jember (beritajatim.com) – Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerima banyak laporan dari sejumlah pegawai negeri sipil yang mengeluhkan kesalahan ketik dalam surat keputusan kenaikan pangkat dari Bupati Faida. Sementara itu, sejumlah PNS mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Jember untuk komplain, Rabu (5/8/2020).

“Hari ini kami masih identifikasi, ada berapa jumlahnya. Teman-teman masih saya minta mendata, nanti dilaporkan supaya saya tahu konkret. Tapi kemarin saya sempat menelepon sendiri (ke sejumlah guru PNS), ada di wilayah utara dan timur, ada 30 orang,” kata Ketua PGRI Jember Supriyono.

Supriyono mengatakan, ada dua model kenaikan pangkat, yakni kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat dengan penyesuaian ijazah. Kenaikan pangkat dengan penyesuaian ijazah pendidikan ini diperuntukkan bagi PNS yang menempuh kuliah lagi, terutama guru.

“Kalau misalnya semula pangkat saya 2c, saya bisa naik pangkat menjadi 3a setelah ijazah saya keluar. Nah, ini ada yang punya ijazah dan punya SK jabatan guru pertama, tapi naiknya malah 2d. Ini kan lucu. Itu kan namanya kenaikan pangkat reguler, bukan penyesuaian ijazah. Semestinya kan naik pangkat ke 3a,” katanya.

Hal ini dialami salah satu guru yang mendatangi kantor BKPSDM Jember hari ini. Salah seorang Guru sekolah dasar mengaku sudah menyelesaikan pendidikan guru dan memperoleh ijazah. Namun, dia hanya naik pangkat dari 2c ke 2d, dan bukannya ke 3a.

Selain itu, karena kesalahan ketik SK juga, ada juga PNS justru turun pangkat. “Katakanlah ada yang seharusnya naik pangkat dari 3b ke 3c, tapi di SK malah muncul 2d, lah kan malah turun ini. Dari sekian kasus ini, saya belum identifikasi jumlahnya. Tapi dari yang menelpon untuk mengadu ya banyak. Saya tidak bisa menyampaikan jumlahnya sebelum ada data yang masuk ke saya,” katanya. Kesalahan ini akan berdampak terhadap gaji mereka jika tak segera diperbaiki.

Mereka yang mengeluhkan kesalahan ketik SK itu adalah bagian dari ribuan PNS yang mendapatkan SK kenaikan pangkat dari Bupati Faida, Senin (3/8/2020). Faida menyerahkan surat keputusan kenaikan pangkat untuk 1.624 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Pendapa Wahyawibawagraha. Ada 924 guru, 27 tenaga medis puskesmas, 589 sumber daya manusia organisasi perangkat daerah (OPD), dan 84 ASN di kecamatan yang menerima SK. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar