Politik Pemerintahan

PMII Diminta Adaptif dan Ambil Peran Strategis

Jember (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan peran strategis PMII saat ini di Indonesia. Organisasi yang memiliki kedekatan kultural dengan NU ini harus bisa membaca tanda-tanda zaman.

“Bagaimana PMII di segala level, selalu adaptif dan mampu berada di garda depan dalam rangka mengambil inisiatif untuk turut serta mengambil peran strategis dalam kondisi apapun bangsa ini. Termasuk dalam hal ini adalah ikut ambil berperan strategis dalam program ‘penanganan’ Covid-19,” kata Ketua IKAPMII Jember Akhmad Taufiq, Senin (20/4/2020).

Taufiq mengatakan peran ini harus dibarengi dengan kemampuan memberikan pencerahan di tengah selubung gelap atas kondisi yang terjadi. “Tentu kondisi bangsa yang dilanda ketakutan dan kecemasan, jelas akan berakibat pada tidak produktifnya bangsa yang berangsur-angsur akan mengalami keterpurukan,” katanya.

Kader-kader PMII, menurut Taufiq, perlu bersikap aktif dan progresif dalam mengambil inisiatif perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini. “Sembari diniati bahwa pergerakan untuk perubahan itu adalah bentuk pengabdian yang tinggi bagi bangsa yang kita cintai dan kita syukuri sebaga anugerah Allah,” katanya.

Visi yang taat pada komitmen politik kebangsaan harus terus dipantik dan dikembangkan dalam tubuh PMII. “Bersamaan dengan itu, komitmen untuk memegang teguh politik kebangsaan tersebut merupakan manifestasi luhur bagi karakter PMII untuk senantiasa menjunjung tinggi sikap kenegarawanan di tengah tarik-menarik politik yang terjadi secara luar biasa di negara kita saat ini,” kata Taufiq.

“PMII sebagai organisasi pergerakan dan sebagai salah satu organisasi ekstra mahasiswa yang berada di garda depan Reformasi 1998, harus memiliki tanggung jawab untuk mengawal cita-cita reformasi. Cita-cita terbentuknmya masyarakat sipil yang kuat dan dewasa, serta proses penyelenggaraan negara yang jauh dari sikap koruptif tetap harus dilakukan. Oleh karena itu, menjaga dan mengembangkan secara terus-menerus kritisisme dan inklusivitas adalah keniscayaan bagi PMII,” kata Taufiq. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar