Politik Pemerintahan

Menjelang Era New Normal

PMI Jatim Minta Pemerintah Berikan Perhatian Bagi Pesantren

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur, Ismail A Rahim meminta pemerintah agar memberikan perhatian serius bagi lembaga pendidikan pesantren yang saat ini sudah memasuki masa kembali pasca libur Ramdan 1441 hijriah.

Hal tersebut disampaikan menyusul adanya wacana pemerintah pusat untuk menerapkan kebijakan ‘New Normal’ di tengah pendemi Covid-19, di mana salah satu poin kebijakan tersebut terdapat pengaktifan kembali berbagai sektor produktif yang sebelumnya sempat ditutup. Seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, pabrik, pendidikan dan lainnya.

Sekalipun dalam kebijakan tersebut tetap memberlakukan protokol Covid-19, semisal physical distancing hingga penggunaan masker. “Dari itu kami meminta pemerintah agar memperhatikan lembaga pendidikan pesantren, di mana dalam waktu dekat sudah memasuki masa aktif pasca libur selama Ramadan,” kata Ismail A Rahim, Senin (1/6/2020).

“Jadi kebijakan new normal ini harus dapat mengakomodir keberlangsungan pendidikan pesantren, karena jika tidak akan berdampak cukup besar. Salah satu di antaranya akan banyak para santri yang tidak kembali ke pesantren karena alasan PSBB atau karena alasan faktor ekonomi,” imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga menilai besarnya dampak pandemi Covid-19 terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, khususnya pada aspek kesehatan dan ekonomi. “Maka dari itu, sudah menjadi keharusan bagi pemerintah untuk memberikan solusi terbaik atas persoalan ini,” ungkap Ismail.

“Seperti kita ketahui bersama, dampak pandemi ini sangat dirasakan oleh masyarakat umum, terutama bagi masyarakat di pedesaan yang kebanyakan dari mereka adalah kaum santri. Maka sudah menjadi keharusan bagi pemerintah untuk memberi kemudahan, terutama dari akses transportasi darat, laut maupun udara,” jelasnya.

Pria yang tercatat dan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan juga menyampaikan sektor lain yang harus menjadi perhatian serius, yakni kesehatan. “Termasuk bidang kesehatan, seperti bantuan tenaga medis, obat-obatan, vitamin, serta alat-alat kesehatan lainnya. Sehingga masyarakat bisa kembali lagi ke pesantren dengan keadaan tenang dan aman,” tegasnya.

Tidak hanya itu, politisi Partai Gerindra tersebut juga menilai jika pesantren sebagai basis pendidikan agama bagi seganap anak bangsa, serta menjadi aset bangsa yang harus terus diperhatikan. “Belum lagi peran ulama sangat besar jasanya bagi kemerdekaan dan kemaslahatan bangsa ini, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk terus menjaga dan memperhatikan keberlangsungan pendidikan yang berbasis pesantren,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik stasiun MRT Jakarta, Selasa (26/5/2020) Foto: Sekretariat Presiden

‚ÄúSecara prinsip keberadaan pesantren sangat besar jasanya bagi eksistensi Negara, sebagaimana sejarah mencatat peran ulama dan santri ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa. Bahkan hingga saat ini peran pesantren bisa dirasakan, karena diajarkan modal dasar kehidupan yakni agama dan akhlak. Sehingga untuk menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dan harus benar-benar memperhatikan pendidikan pesantren,” imbuhnya.

Dari itu, pada kebijkan new normal pemerintah harus dipastikan sudah mengakomodir kepentingan pendidikan pesantren agar tidak terjadi kesenjangan diantara lembaga pendidikan umum dan pedidikan pesantren. “Paling tidak santri dapat kembali ke pesantren dengan tertib dan dapat melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan keadaan aman dan tetap memenuhi setandar kesehatan yang berlaku,” pungksnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar