Politik Pemerintahan

Plt Kadis PU Bina Marga Jember Akui Tak Punya Data Kerusakan Jalan

Jember (beritajatim.com) – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Jember Yessiana Arrifah mengaku kesulitan mencari data jalan berlubang.

Hal ini dikemukakannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Jember, Jawa Timur, di gedung parlemen, Rabu (6/3/2019).

“Data persediaan barang, data anggaran dan sebagainya baru kami pelajari. Di sana baru kami tahu, ada sebenarnya anggarannya dan seharusnya (perbaikan jalan, red) berjalan sejak Januari, karena pelayanan masyarakat tidak bisa ditunda. Tanggal 1, tanggal merah pun, seharusnya tetap berjalan,” kata Yessiana.

Yessiana kemudian mengecek aset berupa peralatan dan persediaan bahan seperti aspal. Semua tersedia dan hanya ada beberapa kekurangan. “Tapi sebelumnya di awal, kami harus cek SDM (Sumber Daya Manusia). SDM ternyata sudah ada. Jadi selama ini yang bekerja menambal adalah para PNS, pekarya jalan. Kalau ada yang tanya anggaran dari mana, yang bekerja PNS. Tim kami yang terdiri dari lima tim, masing-masing terdiri atas sebelas orang, semuanya PNS,” katanya.

Yessiana lantas mengevaluasi standar dan prosedur perbaikan jalan. “Kami cek juga juga hasil penambalan yang kemarin, tahun lalu. Dari wawancara kami, bukti kami di lapangan, memang kualitasnya tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Ada prosedur yang tidak dilalui,” katanya.

Hasil wawancara dengan para pekarya dan pengamat jalan menjadi bahan penyusunan dan perbaikan standar prosedur operasional perbaikan jalan berlubang. “Kemudian kami mau berjalan (melaksanakan perbaikan jalan, red), datanya tidak ada. Data kerusakan jalan di mana saja itu tidak ada. Jadi bertahun-tahun memang sifatnya hanya instruksi top down, jalan ini mau diperbaiki. Padahal seharusnya tidak boleh membeda-bedakan. Di setiap ruas jalan harus ada buku catatan pemeliharaan. Tidak ada itu (buku). Jadi kami memerintahkan pengamat pada 14 Februari 2019 untuk menginventarisasi kerusakan di seluruh jalan kabupaten. Tapi tidak menutup kemungkinan juga jalan-jalan lingkungan yang beraspal di pemukiman,” kata Yessiana.

Pernyataan Yessiana ini membuat terkejut anggota Komisi C. “Jadi bahasa kasarnya, Kepala Dinas yang dulu salah, begitu ya?” tanya Rachmat Fachkurniawan, salah satu anggota Komisi C dari Fraksi Partai Golkar.

Mendapat pertanyaan dadakan seperti itu, Yessiana tidak menjawab pasti. “Waduh, saya tidak berani karena saya baru. Saya tidak tahu. Kalau untuk menyatakan itu, tidak usah dibahas. Yang penting ke depan buat saya. Kami ‘trial’ beberapa kali SOP (Standar Prosedur Operasional) sampai pekarya ini paham,” katanya.

Yessiana mengatakan, Bupati Faida memberikan perhatian terhadap kerusakan infrastruktur. “Bukan hanya jalan, tapi saluran irigasi dan sebagainya. Jadi sambil jalan, sambil kami memperbaiki sistem dan manajemen, pelayanan tak boleh berhenti,” katanya.

Bupati Faida lantas meluncurkan tim reaksi cepat jalan berlubang pada 1 Maret 2019. Yessiana mengatakan, anggaran untuk pemeliharaan jalan dan menutup lubang ini dialokasikan Rp 8 miliar dalam APBD 2019. “Tapi belum kami gunakan. Baru kami gunakan untuk BBM dan perjalanan dinas,” katanya.

Saat ini Yessiana menanti hasil inventarisasi kerusakan jalan hingga tingkat kecamatan. “Mungkin masih membutuhkan waktu agak lama, karena tiap ruas kan lubangnya lumayan. Pengalaman kami, satu lubang rata-rata (butuh waktu perbaikan) 30 menit, untuk menyelesaikan ukuran satu kali satu meter atau 1,5 kali 1,5 meter,” katanya.

Ada 900 ruas jalan yang diverifikasi. “Ini masih kami inventarisasi ulang, kami klarifikasi apakah ini betul jalan kabupaten. Kalau jalan desa tetap tanggung jawab kami, karena sudah tercatat di aset. Tapi kami akan berkoordinasi dengan desa. sedangkan untuk jalan nasional dan provinsi kami berkoordinasi dengan balai jalan provinsi dan balai jalan nasional di Bangsalsari,” kata Yessiana. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar