Politik Pemerintahan

Plt Bupati Jember: Doakan Happy Ending

Jember (beritajatim.com) – Pelaksana Tugas Bupati Abdul Muqiet Arief menuntaskan langkah pertama normalisasi birokrasi di Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kini dia siap melakukan langkah kedua.

Langkah pertama adalah pengembalian jabatan 300 lebih pejabat sebagai konsekuensi rekomendasi Mendagri. Ada tiga rekomendasi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian tertanggal 11 November 2019, yang kemudian diteguhkan surat gubernur tertanggal 10 Desember 2019. Salah satunya adalah mencabut 15 keputusan bupati tentang pengangkatan dalam jabatan, satu keputusan bupati tentang demisioner jabatan, dan satu keputusan bupati terkait pengangkatan kembali dalam pejabat yang dilakukan demisioner.

Selain itu, Mendagri merekomendasikan pencabutan 30 peraturan bupati tentang KSOTK (Kedudukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja) yang ditandatangani dan diundangkan tanggal 3 Januari 2019 dan selanjutnya memberlakukan kembali peraturan bupati tentang KSOTK yang ditandatangani dan diundangkan tanggal 1 Desember 2016.

“Setelah itu kemudian, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, kami harus menginisiasi bagaimana membuat (peraturan bupati) KSOTK untuk tahun 2020. Dan ini kami sudah melangkah. Menurut KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) dan Irjen (Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri), yang kami lakukan sudah 80 persen,” kata Muqiet, Jumat (27/11/2020).

Pembuatan KSOTK 2020 sudah mendapat surat pengantar dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk diajukan ke Kemendagri. “Jadi hari-hari ini kami sedang menunggu KSOTK-nya. Setelah KSOTK selesai, kami mengajukan lagi untuk pengisiannya. Setelah pengisian, baru rangkaian kemarin yang penuh dengan hiruk-pikuk ini akan selesai. Saya minta doa supaya happy ending,” kata Muqiet. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar