Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

PKS Pertanyakan Nasib Insentif untuk Tenaga Kesehatan yang Isoman

Achmad Dhafir Syah, legislator Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jember, Jawa Timur

Jember (beritajatim.com) – Achmad Dhafir Syah, legislator Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jember, Jawa Timur, menyampaikan informasi adanya pemotongan insentif yang diterima tenaga kesehatan yang melakukan isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.

“Mereka isoman itu bukan kehendak sendiri dan aib, tapi mereka terpapar. Alasannya insentif dipotong, karena tidak hadir. Sangat naif. Hak yang seharusnya mereka terima karena alasan isoman, insentifnya dipotong,” kata Dhafir.

Dhafir meminta klarifikasi informasi ini. Ia khawatir jika pemotongan benar-benar terjadi, semangat para tenaga kesehatan dalam menangani Covid akan bekurang. “Apakah itu sudah ada aturan jelas atau kebijakan Dinas Kesehatan untuk memotong insentif dari para nakes yang isoman,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Wiwik Supartiwi mengaku belum pernah mendengar informasi tersebut. “Insentif tenaga kesehatan adalah insentif tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan perawatan pasien Covid. Permasalahannya saya belum mendengar yang dipotong apa,” katanya.

Wiwik masih harus mengklarifikasi lokasi kejadian dan pihak yang menyatakan jika memang hal itu benar-benar ada. Insentif diberikan sesuai usulan dari rumah sakit dan puskesmas. “Biayanya diberikan melalui transfer. Kalau ada permasalahan seperti itu, saya harus menelusuri dulu,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar