Politik Pemerintahan

PKS: Kami Kini Berguru pada Para Suhu Politik untuk Kalahkan Petahana

Jember (beritajatim.com) – Partai Keadilan Sejahtera akan menjadikan kekalahan dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 2015 sebagai pelajaran untuk mengalahkan kandidat petahana dalam pilkada tahun ini.

PKS adalah salah satu dari koalisi besar partai bersama Gerindra, PKB, Golkar, PPP, dan Demokrat yang mengusung pasangan Sugiarto dan Dwi Koryanto. Saat itu duet yang diusung enam partai pemilik 33 kursi di DPRD Jember ini kalah dari pasangan Faida – Abdul Muqiet Arief yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura, dan PAN. Dwi Koryanto sendiri adalah kandidat wakil bupati yang diusulkan PKS.

“Saya melihat kemarin kami belum punya konsultan politik yang mengarahkan. Ibarat petinju seharusnya ada pelatih atau pendamping,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Jember Ahmad Rusdan, Jumat (28/8/2020).

Faktor kedua kekalahan adalah peta politik. “Peta politik waktu itu berbeda. Pergantian kepemimpinan dari Pak (Bupati MZA) Djalal ke bupati yang baru bisa dimaknai macam-macam secara politis. Oleh sebab itu, kami banyak berkomunikasi dan berguru kepada para ‘suhu politik’,” kata Rusdan.

Belajar dari kekalahan pilkada pada 2005, Setiap kali berkomunikasi dengan para calon bupati, Rusdan selalu bertanya soal konsultan politik yang mendampingi mereka. Konsultan politik memberikan panduan. “Kadang mesin partai ini kan pasukan yang harus ditunjukkan caranya. Bekerja kan harus ada guidance-nya. Guidance-guidance ini yang kemarin pada 2015 tidak terlalu detail,” katanya.

Selain itu, koalisi partai pendukung Sugiarto-Dwi Koryanto saat itu cukup besar. “Sehingga mengonsolidasi partai-partai tidak mudah. Apapun partai politik ada kelebihan dan kekurangannya. Seringkali kami terlalu percaya diri tanpa konsultan politik,” kata Rusdan. Dalam pilkada tahun ini, PKS akan mendukung pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar