Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

PKS Jember: Ikan Hiu Makan Tomat

Feni Purwaningsih, juru bicara Fraksi PKS,

Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jember, Jawa Timur, memberikan perhatian serius terhadap sejumlah hal dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

Hal ini dikatakan Feni Purwaningsih, juru bicara Fraksi PKS, dalam sidang paripurna penetapan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, di gedung DPRD Jember, Kamis (9/9/2021).

“Wes Wayahe Jember Satu Data harus dilaksanakan maksimal tidak setengah-setengah tidak hanya satu pintu yang tetapi memiliki banyak jendela. Wes Wayahe SDM Jember Unggul harus dilaksanakan dengan langkah nyata menyelesaikan PR utama Jember yakni AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Bayi) dan stunting (gizi buruk) juga kemudahan beasiswa,” kata Feni.

Fraksi PKS mengingatkan, bahwa sudah saatnya infrastruktur Jember mantap ditunjukkan dengan langkah nyata kesegeraan penyelesaian multiyears pembangunan. “Transportasi konvensional yang hidup segan mati tak mau harus dicari titik solusinya berdasar konsep transportasi perkotaan modern. Tarif dasar bagi transportasi daring maupun jasa layanan dari mitra aplikator harus diatur jumlahnya dan kewilayahannya berbanding rasio penduduk dalam perda,” kata Feni.

“Wes Wayahe Jember Industrial Farming harus memastikan lahan pertanian dan peternakan kita tidak habis. Rencana perubahan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang( tidak boleh semata hanya melihat dari kacamata bisnis non pertanian. Perlu penetapan titik-titik lahan pertanian permanen dan moratorium alih fungsi lahan pertanian di kawasan tertentu,” kata Feni.

Program ‘Wes Wayahe Pesantren Berdaya’, lanjut Feni, harus ditunjang dengan pendampingan pemangku kepentingan perguruan tinggi yang intensif kepada pesantren dan forum-forum kepakaran dan kekinian bagi para santri. “Ini supaya santri dapat menjadi iron stock kebangkitan Jember, dan perekat kemajuan dan kerukunan antar umat beragama di Jember,” katanya.

“Untuk Program Wes Wayahe Gerda Jaya (Gerakan Desa Jember Berdaya) kami menunggu aplikasi ini di publik dan maksimal dalam rangka keterbukaan informasi publik, usulan masyarakat, pengawasan dana desa dan aparatur desa, kemudahan masyarakat desa dalam layanan administrasi,” kata Feni.

“Wes Wayahe Jember tumbuh. Kami mendoakan supaya seluruh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) maksimal untuk kesejahteraan rakyat,” kata Feni.

Menurut Feni, inovasi pemkab perlu dalam meningkatkan perputaran uang di pasar tradisional dan toko kelontong sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi masyarakat. “Terkait pertambangan maka patut bagi pemkab menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat dengan tidak mengeluarkan kebijakan inisiatif pro tambang,” katanya.

“Wes Wayahe Jember Permata Jawa harus sinergi dengan pegiat wisata lokal dalam mendukung promosi event, dan tempat wisata yang dikelola pelaku usaha. Merawat cagar budaya, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kebersihan dan lain sebagainya untuk mendukung kesuksesan Jember sebagai destinasi wisata,” kata Feni.

“Wes Wayahe Pelayanan Jember Handal akan otomatis terwujud jika delapan program Wes Wayahe sebelumnya, utamanya Jember Satu Data dan SDM Jember unggul, bisa terlaksana dengan baik,” kata Feni.

Terakhir, Feni membacakan pantun khas anak muda zaman sekarang. “Ikan hiu makan tomat. Bawa cobek lupa cabenya. Rakyat Jember, I love you so much. RPJMD kami janji kawal realisasinya,” katanya. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati