Politik Pemerintahan

Jatim Tertinggi Positif dan Kematian Covid-19

PKS: Jangan Bandel dan Ngeyelan

Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur meminta masyarakat untuk meningkatkan disiplin dalam menaati protokol kesehatan agar tercegah dari penularan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PKS Jatim, Irwan Setiawan menyikapi data pemerintah tentang Jawa Timur sebagai provinsi tertinggi dalam kasus positif dan kematian akibat Covid-19.

“Kami instruksikan semua pengurus dan kader di Jatim untuk meningkatkan disiplin dalam protokol kesehatan. Kita masih berada pada situasi pandemi. Jangan terjebak pada istilah normal atau new normal. Faktanya, Jatim menjadi pusat pandemi saat ini. Maka melindungi diri, keluarga, dan masyarakat sekitar kita dari wabah ini menjadi penting,” ujar Irwan melalui video telekonferensi.

Hal tersebut disampaikan Irwan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pembinaan dan Pengkaderan Anggota (UPPA) PKS se-Surabaya Raya. Rakor tersebut dilakukan secara daring dan diiikuti ratusan Ketua UPPA dari Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Irwan meminta pengurus, kader PKS dan warga Jawa Timur untuk tidak membuat kerumunan atau keramaian yang tidak perlu. “Sebisa mungkin di rumah saja. Itu paling aman. Jika pun harus keluar untuk yang penting saja, semisal bekerja atau belanja. Setelah selesai, langsung kembali ke rumah dan langsung mandi. Seluruh pakaian dan perlengkapan dicuci bersih,” jelas Irwan, Minggu (28/6/2020).

Saat di luar, lanjut Irwan, wajib memakai masker yang bersih. “Kami tidak merasa malu dan bosan untuk terus mengingatkan perlunya memakai masker ini dengan benar. Tutupi hidung dan mulut. Jangan ditaruh dagu atau leher. Ini kan untuk menjaga diri kita dan juga orang lain. Jangan bandel. Ojo ngeyelan. Dan, meskipun sudah memakai masker, tetap jaga jarak aman dua meter,” katanya sambil merentangkan tangan.

Selain itu, imbuh Irwan, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan pakai sabun. “Lakukan mencuci tangan dengan benar. Dengan sabun atau hand sanitizer. Sesering mungkin. Terutama setelah menyentuh benda dari luar atau yang disentuh banyak orang,” tutur pria berkacamata ini.

Irwan juga mengajak untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan tidur yang cukup, olah raga ringan dan makanan bergizi. “Jam 9-10 malam sudah harus tidur, nggak usah begadang. Tiap pagi olahraga. Habis subuh saat kondisi sepi. Hindari keramaian. Olahraga yang ringan saja asal rutin. Sekaligus mendapat sinar matahari. Makan dijaga yang bergizi saja, meskipun sederhana. Tidak usah neko-neko. Jika ada bisa ditambah vitamin dan suplemen kesehatan,” paparnya.

“Kebiasaan hidup seperti inilah yang harus kita lakukan untuk tetap selamat dari wabah. Beradaptasilah agar kita bisa survive sebagai masyarakat secara keseluruhan. Adaptasi dengan Kebiasaan Baru (AKB). Saya yakin kita semua bisa,” ujar Irwan optimis.

Irwan menyampaikan bahwa PKS merasa prihatin dengan kondisi pandemi yang semakin parah di Jawa Timur, terutama di Surabaya dan sekitarnya. “Rumah Sakit sudah tak ada yang bisa menampung pasien Covid-19. Sementara penderita terus berdatangan. Belum lagi para tenaga medis pun berkurang karena ada yang terpapar. Kondisi pemakaman Keputih tempat korban Covid-19 juga hampir penuh. Situasi di hilir sudah seperti itu. Karenanya saat ini penting untuk terus menyadarkan masyarakat untuk pencegahan. Di hulu ini ujung tombaknya adalah keluarga. Mari sama-sama melindungi anggota keluarga kita,” ajak Irwan.

Kepada pemerintah, PKS Jatim meminta agar terus berupaya menekan laju penyebaran pandemi sesuai protokol dan saran para ahli.

“Pertama, rapid test dan swab test bisa terus digalakkan agar tracing cluster bisa dilakukan untuk memutus rantai penyebaran. Kedua, Surabaya Raya sebagai episentrum harus mendapat perhatian serius. Mulai hulu hingga hilir. Ketiga, penegakan protokol pencegahan penanganan Covid-19 oleh pemerintah dengan sangat ketat,” terang Irwan.

“PKS Jatim mengapresiasi langkah pemprov melakukan intervensi dengan membentuk Tim Gabungan Forkopimda Jawa Timur dan Gugus Tugas Surabaya Raya. Kami berharap pemerintah terus meningkatkan tensi penanganan wabah ini. Sebab kurva pandemi masih terus naik. Saya yakin pemerintah dan juga kita, tidak akan menyerah. Karena itu semua pihak harus terlibat sesuai dengan peran masing-masing,” pungkas Irwan. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar