Politik Pemerintahan

PPKM Jilid II

PKL Kota Malang Dilarang Layani Makan di Tempat

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang(beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang akan diterapkan hingga jilid II atau sampai 8 Februari 2021 mendatang. Daerah ini masuk dari 73 kota/kabupaten yang wajib memberlakukan PPKM jilid II.

“Jadi mohon kesadaran itu, seandainya tertib protokol kesehatan, bagus. Penilaian PPKM dari pusat berhasil, maka tidak ada perpanjangan,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Senin, (25/1/2021).

Aturan jam malam pada PPKM jilid II dari pemerintah pusat dimulai pukul 20.00 WIB. Aturan ini sebenarnya sudah dimodifikasi oleh Pemkot Malang sejak PPKM jilid I. Aturan ini pun mereka pertahankan.

Untuk segala tempat usaha seperti restauran, kafe dan lainnya wajib tutup mengikuti aturan jam malam.

Sutiaji mengatakan, aturan lebih ketat diberlakukan kepada para Pekerja Kaki Lima (PKL). Mereka boleh melayani para pembeli di tempat jualan hingga pukul 20.00 WIB. Di atas jam 20.00 WIB PKL wajib melayani pembelian dibawa pulang. Tetap diperbolehkan jualan asal tidak melayani makan di tempat.

“Bagi PKL, kami tolerir pukul 20.00 boleh buka tapi dengan catatan tidak menyiapkan tempat duduk harus take away (dibawa pulang). Karena kan kasian mereka buka pukul 17.00 atau 18.00 WIB tapi pukul 20.00 WIB harus tutup,” ujar Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, sedangkan untuk penindakan bagi pelanggar PPKM mereka berpedoman pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 1 Tahun 2021. Untuk kerumunan massa tetap dibatasi 25 persen dari total kapasitas ruangan mereka.

“Untuk pembatasan kerumunan massa, untuk pengunjung kafe dibatasi hingga 25 persen dari total kapasitas. Kemudian, untuk penerapan Work From Office (WFO) sebesar 25 persen dan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen,” tandas Sutiaji. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar