Politik Pemerintahan

PKL di Bahu Jalan Kota Mojokerto Ditertibkan

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan. Penertiban dilakukan lantaran para PKL melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum.

Razia gabungan tersebut dilakukan di Jalan Residen Pamuji, Jalan Empu Nala, Jalan Surodinawan, Jalan Brawijaya dan Jalan Mojopahit. Tak jarang, para PKL memprotes petugas yang melakukan penertiban karena dinilai petugas tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

Meski mendapatkan protes para PKL, petugas tetap melakukan penertiban dengan membawa lapak milik para PKL. Baik, peralatan berdagang dan tempat dagangan para PKL ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto sebagai barang bukti.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto x Heryana Dodik Murtono mengatakan, penertiban dilakukan sebagai salah satu bagian dari amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 41 Tahun 2012 tentang Penataan PKL. “Beberapa hari yang lalu kami sudah layangkan surat peringatan,” ungkapnya, Selasa (26/11/2019).

Masih kata mantan Kasubbag Humas dan Protokol Pemkot Mojokerto ini, para PKL melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Karena para PKL berjualan di bahu jalan sehingga petugas melakukan penertiban dan surat peringatan sebelumnya sudah dilayangkan ke para PKL.

“Banyak pembeli yang parkir di sembarang tempat untuk melihat atau membeli barang yang dijual para PKL sehingga menyebabkan arus lalu-lintas menjadi macet. Para PKL akan kami panggil, setelah itu akan kami lakukan pembinaan agar tidak melakukan aktivitas berjualan di bahu jalan,”pungkasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar