Politik Pemerintahan

PKK Banyuwangi Kompak Lupakan Perbedaan Politik Saat Pilpres

 

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas untuk mengajak seluruh elemen perempuan kembali merajut persatuan. Istri Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut mengajak seluruh perempuan melupakan perbedaan politik yang terjadi saat pemilihan presiden kemarin untuk membangun daerah.

Hal itu diungkapkan Dani, sapaan akrabnya, saat menggelar halal bihalal yang dihadiri ratusan perempuan dari pengurus PKK di Banyuwangi, organisasi wanita, dan organisasi perempuan keagamaan, mulai LDII, Ma’atul Sholihah, fatayat, muslimat dan Asiyiah, di Pendopo Kabupaten Banyuwangi.

Dani menyampaikan, momen Idul Fitri merupakan saat yang tepat untuk meleburkan diri kembali menjadi satu pikiran, yakni bagaimana membangun daerah dan bangsa ini.

“Dalam suasana Lebaran ini, mari kita manfaatkan untuk saling bermanfaaf-maafan. Pemilu sudah berakhir waktunya kembali kita satukan hati untuk membangun Banyuwangi. Kita lupakan perbedaan politik saat pilpres, saatnya kita kembali bersatu. Bisa dan sanggup ya ibu-ibu?” ajak Dani Azwar Anas, Selasa (18/6/2019).

Ajakan Dani Azwar Anas mendapat respon positif dari ratusan perempuan yang hadir. Mereka pun dengan kompak menjawab dengan semangat, “Bisa, dan kami sanggup.”

Menurut Dani, sekarang sudah saatnya move on dari perbedaan yang ada kemarin. Para perempuan itu diajak Dani untuk kembali menjalankan perannya dengan baik, baik yang berkarir maupun ibu rumah tangga.

“Kiprahnya yang di PKK, ayo lanjutkan kembali program-programnya. Dukung program PKK kabupaten sambil kembangkan inovasi di masing-masing wilayahnya. Untuk PKK tingkat desa, khusus saya minta untuk terus menjaga suasana yang kondusif, karena setelah ini akan ada pemilihan kepala desa yang digelar serentak di sejumlah desa,” tegas Dani.

Kepada organisasi wanita dan keagamaan, Dani meminta agar terus bersama-sama PKK membangun sinergitas, gotong royong meningkatkan pemberdayaan keluarga kembali.

“PKK tidak mungkin bisa jalan sendiri, untuk itu perlu dibantu semua komponen wanita. Mulai dari program menekan kematian balita hingga memantau perkembangan dan pendidikan anak. Mohon bantuanya untuk mengentaskan masalah keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendukung apa yang disampaikan Dani Azwar Anas. Bahwa momen halal bi halal adalah saat yang tepat untuk kembali merajut segala perbedaan. Karena, halal bihalal yang awalnya digelar tahun 1948 oleh Presiden Soekarno dimaksudkan untuk mencari solusi terbaik bagi bangsa.

“Di pertengahan Ramadan 1948, Bung Karno meminta saran KH Wahab Chasbullah untuk mengatasi kebuntuan situasi politik Indonesia saat itu. Kemudian Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan silaturahim,” jelas Anas.

Dari saran Kiai Wahab itulah, lanjut Anas, kemudian Bung Karno pada Hari Raya Idul Fitri saat itu mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara menghadiri silaturrahmi yang diberi judul ‘Halal bihalal’.

“Moment seperti ini, pas untuk mengumpulkan para kaum ibu dari berbagai organisasi keagamaan untuk saling bersilahruhami dan berhalal bihalal,” kata Bupati Anas.

Anas juga meminta para perempuan untuk terus bersinergi dengan pemkab untuk membangun Banyuwangi menjadi lebih baik. Salah satunya, berinventasi terhadap dunia pendidikan dengan memantau perkembangan anak-anak kita.

“Saya titip kepada ibu-ibu untuk menjaga anak-anak generasi kita. Mari kita investasi ke anak-anak, yang ke kesekolah kembali ke sekolah, yang ke pesantren kembali ke pesantren. Jangan sampai ada anak putus sekolah. Laporkan kami kalau ada yang terkendala pendidikan. Dan yang paling penting, jaga akhlak dan pendidikan mereka,” pungkas Anas. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar