Politik Pemerintahan

PKB Usulkan Pembangunan Infrastruktur Internet Dusun dalam RPJMD Jember

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi.

Jember (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa mengusulkan pembangunan infrastruktur akses internet hingga tingkat dusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pembangunan akses internet ini sangat berguna dalam masa pandemi yang mengharuskan adanya pembatasan kegiatan masyarakat, termasuk sekolah tatap muka. Pembangunan infrastruktur fisik bangunan sekolah bisa dialihkan, terutama jika kondisi fisik sekolah tidak rusak parah.

“Misalkan kalau PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sampai terus-menerus, tatap muka sekolah ditiadakan. Terus buat apa kita membangun sekolah, merenovasi ruang kelas? Kan anggarannya bisa dialihkan agar bagaimana murid-murid bisa mendapat akses internet,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi.

“Maka di RPJMD perlu muncul, akses internet masuk sampai ke dusun-dusun. Akhirnya pembalajaran daring enak. Kedua, perlu ada subsidi biaya paket atau pulsa internet untuk anak-anak sekolah,” kata Ayub.

Pemkab Jember harus benar-benar merinci pembangunan setiap tahun untuk penanganan Covid. “Misalkan di tahun pertama ada pembangunan tambahan unit gawat darurat, ICU dan sebagainya. Itu dituangkan di RPJMD. Kedua, jaring pengaman sosial bagaimana jika terjadi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) atau yang terberat adalah lockdown. Jadi tidak kelabakan,” kata Ayub.

PKB menyarankan agar penataan dimulai dari sekarang dengan mengevaluasi kondisi penanganan pandemi pada 2020 dan 2021. “Insya Allah kalau itu mulai ditata sekarang, 2022 bisa enak,” kata Ayub.

Ayub juga menyarankan agar dalam RPJMD, tenaga kesehatan juga mendapat perhatian. Begitu pula pemyiapan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi. “Misalkan kegiatan vaksinasi berbasis kader-kader posyandu. Ini kan harus disiapkan perangkat dan payung hukumnya di RPJMD,” katanya.

Kendati memberikan masukan-masukan, PKB tidak akan mengintervensi bupati dan wakil bupati. “Karena itu memang jadi ranah bupati terpilih yang sudah dipercaya rakyat, karena rakyat sejatinya memilih pasangan Hendy-Firjaun karena melihat visi dan misi mereka. Ini kepercayaan rakyat. Kami hanya memberi masukan,” kata Ayub. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar