Politik Pemerintahan

PKB Sesalkan Raperda RDTR Tak Jadi Prioritas Bupati Jember

Sekretaris DPC PKB Jember Ayub Junaidi

Jember (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa menyesalkan tidak dijadikannya Rancangan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang sebagai prioritas oleh Bupati Jember Faida.

Saat ini, Bupati Faida hanya mengajukan lima raperda kepada DPRD Jember dan RDTR bukan salah satunya. “Kami sangat menyayangan kenapa bupati tidak mengajukan Raperda RDTR. Padahal itu adalah raperda yang sangat penting dan diperlukan demi pembangunan Jember berkelanjutan,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi.

Ayub mengingatkan, Raperda RDTR adalah raperda wajib bupati. “Kalau itu bukan perda wajib eksekutif, saya yakin Fraksi PKB akan jadi inisiator perda tersebut. Karena kami sudah beberapa kali mengajukan raperda inisiatif dan itu jadi catatan di DPRD Jember,” katanya.

Ayub heran, sejak dilantik sampai masa jabatan hampir berakhir, Bupati Faida belum pernah memasukkan perda RDTR. “Apa sulitnya membuat raperda RDTR. Padahal RDTR tak ubahnya kitab suci dalam pembangunan di Jember. Bagaimana kalau RDTR tidak dibuat?Pembangunan di Jember tidak terarah,” katanya.

Dalam sidang paripurna di gedung DPRD Jember, Kamis (14/11/2019), Bupati Faida mengatakan, kegiatan penyusunan pra RDTR terkait Raperda RDTR Kota dan peraturan zonasi perkotaan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kecamatan Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari telah dianggarkan. “Namun demikian kami berharap penyusunan pra RDTR dapat terlaksana tepat waktu, sehingga kami dapat segera mengajukan raperdanya,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar