Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

PKB Sebut Pilpres 2024 Momentum Baru Kepemimpinan Nasional

Jakarta (beritajatim.com) – Sejumlah lembaga survei telah merilis temuan nama-nama potensial untuk diusung sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Namun, sejauh ini belum ada bakal kandidat yang memiliki elektoral di atas 30%.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan, melihat berbagai hasil survei ini menjadi momentum bagi partai politik (parpol) untuk mengambil estafet kepemimpinan nasional.

“Politik itu momentum. Saya melihat momentum yang ada, tokoh-tokoh yang muncul di survei, belum sampai pada momentumnya. Pak Ganjar, Pak Anies, Pak RK, misalnya, sebentar lagi pensiun, momentum politiknya akan hilang seiring waktu,” ujarnya saat paparan hasil survei nasional yang dilakukan lembaga survei Politika Research & Consulting bekerjasama dengan Parameter Politik Indonesia bertajuk ‘Political Outlook 2022: Meneropong Poros Koalisi Partai Politik’ secara virtual, Senin (27/12/2021).

Dikatakan Gus Jazil, belum adanya tokoh yang dominan di survei, harus disikapi dengan melihat momentum. Sebab, di politik itu setiap momentum ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin ada momentumnya. “Nah, disini menurut saya PKB harus ciptakan momentum. 2024 ini jadwal pemilu belum diputuskan. Artinya belum tentu pemilu digelar 2024. Artinya masih panjang momentumnya,” urainya.

Dikatakan Gus Jazil, belajar dari berbagai survei, jika angka elektoral calon masih di bawah 30%, artinya belum ada jaminan tokoh tersebut bisa menjadi presiden. Nama-nama yang selama ini moncer di survei, masih sangat berpeluang untuk disalip nama lain karena tingkat elektoral yang masih di bawah 30%. “Artinya, angka yang diperoleh Pak Ganjar, Pak Prabowo, Gus Muhaimin, sama saja, belum ada jaminan untuk menang,” katanya.

Menurutnya, sejak digelar pilpres langsung pada 2004 silam, belum ada ketua umum parpol yang menjadi presiden. “Ini menjadi koreksi, di pilpres kelima ini, PKB ingin, saya senang sekali kalau diajak Pak Arif Wibowo (Wasekjen PDIP),” tuturnya.

Gus Jazil mengatakan bahwa PKB ingin menggagas 2024 nanti sebagai momentum untuk penguatan parpol. Sebab, 20 tahun menjadi pelajaran penting bagi bagi kader partai. “Apakah bisa kemenangan dilihat hari ini dengan hasil survei ini? Saya tidak yakin karena angkanya di bawah 30%. Sementara momentum politiknya masih dua tahun. Kalau Gubernur Jateng diganti Plt, beda lagi. Itulah yang saya sebut momentum,” ungkapnya.

Karena itu, Gus Jazil mengingatkan kader-kader parpol untuk tidak ciut nyali hanya karena muncul nama-cama kadidat potensial yang tingkat elektabilitasnya belum signifikan. “Jangan sampai kita hanya karena survei 20-30 persen saja kita merasa kalah. Kiai Ma’ruf Amin kemarin nggak ada di survei, menang. Ada yang bilang karena Pak Jokowi, apapun caranya, politik itu momentum,” tuturnya.

Gus Jazil mengatakan, selama kurun waktu 2022-2024, akan ada 24 gubernur dan 248 bupati dan wali kota yang akan berakhir masa jabatannya sehingga diganti oleh Plt. “Pilpres 2024 itu berbeda dengan momentum-momentum sebelumnya karena 4 pilpres yang ada, tidak ada Covid-19. Tidak ada 200 sekian kepala daerah yang di-Plt. Ini lolos dari pengamatan survei-survei. Inilah perlunya kita duduk. Apakah ada pengaruh plt kepala daerah dengan Pilpres 2024? Lembaga survei gak pernah merilis itu karena lebih tertarik melihat nama-nama popular,” katanya. [hen/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar