Politik Pemerintahan

PKB: Pecah Keramaian, Jangan Terpusat di Alun-Alun Jember

Ayub Junaidi

Jember (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa mendesak Bupati Hendy Siswanto agar segera memecah konsentrasi keramaian warga di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bupati juga diminta menertibkan pedagang kaki lima, terutama di kawasan sekitar kampus Universitas Jember.

“PKL di situ kumuhnya. Masa alun-alun kabupaten sama dengan alun-alun kecamatan. Penataan tidak bisa. Jangan hanya sebatas penataan lampu saja, tapi bagaimana bersih dan taat, apalagi situasi pandemi,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Jember Ayub Junaidi, Rabu (26/5/2021).

Ayub menyarankan kepada bupati agar merencanakan dan merealisasikan lokasi baru untuk memecah keramaian agar tak berpusat di alun-alun. Kegiatan keolahragaan masyarakat bisa dipindahkan ke kawasan Jember Sport Garden. “Hidupkan kembali JSG untuk kepentingan olahraga,” katanya.

Lapangan tenis diubah menjadi taman seperti Taman Bungkul di Surabaya. “Jadi keramaian tak hanya di alun-alun. Kasih wi-fi. Tapi karena sekarang masa pandemi ya diatur yang baik, jangan ada kerumunan,” kata Ayub.

Penataan PKL, terutama di wilayah kampus, perlu dilakukan bukan untuk menutup mata pencarian warga. “Pemkab tidak menutup rezeki orang yang bekerja sebagai PKL, tapi mengatur waktunya. Contoh: silakan PKL tertib berjualan pada malam hari. Siang dilarang. Di Universitas Gajah Mada Jogjakarta begitu,” kata Ayub.

Ayub menyarankan pemerintah daerah belajar dari Surabaya. “Tak usah kunjungan kerja jauh-jauh. Berangkat ke Surabaya, lihat dan tanyakan bagaimana caranya menata trotoar, taman, sampah. Tidak usah jauh-jauh belajar soal sampah ke Jepang. Ke Surabaya, bagaimana mengubah sampah menjadi energi listrik,” katanya.

Dengan banyaknya persoalan yang menumpuk dan butuh penanganan itu, PKB mendesak Bupati Hendy Siswanto agar segera mengajukan naskah Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember.

“Ini berpacu dengan waktu. RPJMD harus segera masuk, agar bupati dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2021 sudah bisa mendasarkan diri pada RPJMD ini,” kata Ayub.  RPJMD ini merupakan implementasi visi dan misi bupati dan wakil bupati, termasuk target capaian selama memimpin Jember pada 2021-2024.

PKB berharap bupati segera melaksanakan janjinya, dengan jalan sinergi, kolaborasi, dan akselerasi. “Sekarang kita tunggu: eksekusi,” kata Ayub. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar