Politik Pemerintahan

PKB Jember Prioritaskan Program Advokasi Ibu dan Bayi

Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember, Jawa Timur, memprioritaskan advokasi terhadap kaum ibu dan bayi. Penanganan atas tingginya angka gizi buruk (stunting) dan kematian ibu dan bayi harus menjadi bagian dari agenda kebijakan sosial politik.

Kabupaten Jember menduduki peringkat pertama untuk jumlah kematian ibu dan bayi di Jawa Timur pada tahun 2020. Ada 61 kasus kematian ibu saat melahirkan dan 324 kasus kematian bayi di Jember. Sementara itu, prevalensi stunting atau gizi buruk di Kabupaten Jember pada 2019 adalah 37,94. Jember berada di peringkat ketiga prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur. Peringkat pertama adalah Kabupaten Probolinggo dengan prevalensi 54,75 dan Kabupaten Trenggalek dengan prevalensi 39,88.

“Dengan tagline partai advokasi, para pengurus perempuan akan melakukan kerja-kerja pendampingan terhadap kaum perempuan di Kabupaten Jember. Apalagi angka kematian ibu dan bayi sangat tinggi. Maka tugas PKB melakukan pendampingan,” kata Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi, Kamis (11/3/2021).

Perempuan PKB sempat membagikan ribuan paket makanan dan suplemen gizi kepada para ibu yang mengandung. “Melihat kondisi Kabupaten Jember, sudah menjadi ranah partai politik itu hadir di sana. Program kami akan linier dengan program anggota DPR RI,” kata Ayub.

PKB memiliki Nur Yasin, politisi yang menjadi anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kesehatan. “Di situlah program-program untuk kepentingan tiga masalah itu agar betul-betul difokuskan di Kabupaten Jember. Salah satunya melalui peran pengurus Perempuan PKB di Jember,” kata Ayub. Ia percaya, keterlibatan sejumlah tokoh perempuan dari kalangan nahdliyin bisa mendongkrak percepatan penanganan tiga persoalan itu. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar