Politik Pemerintahan

PKB Jember Mendadak Cabut Dukungan Pilbup dari Djoko Susanto

Djoko Susanto (berkacamata ketiga dari kiri)

Jember (beritajatim.com) – Beberapa jam setelah foto surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa yang menetapkan Djoko Susanto jadi calon bupati Jember beredar di media sosial, kejutan terjadi, Kamis (19/3/2020).

Dewan Pimpinan Cabang PKB mencabut dukungan dari Djoko Susanto. “Kami cut dulu. Kami tidak jadi mendukung Pak Djoko Susanto jadi calon bupati Jember lewat pintu PKB,” kata Wakil Ketua DPC PKB Jember Achmad ‘Buwang’ Ubaidillah.

DPC PKB Jember menilai Djoko Susanto melanggar kontrak ‘jam’iyyah’ dengan Nahdlatul Ulama. “Kedua, apa yang disyaratkan DPP PKB untuk konsolidasi partai, baik dengan NU maupun PKB, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan ranting, tidak dilaksanakan,” kata Ubaidillah.

Terakhir, muncul rekomendasi dari DPP Partai Gerindra yang menyandingkan Djoko Susanto dengan Ahmad Halim. Padahal sejak awal, PKB sudah sepakat menggandengkan Djoko dengan Ayub Junaidi. “Dengan demikian kami harus ambil sikap. Pak Djoko ini sudah bermanuver, main dua kaki. Bagi kami di PKB, tidak ada politik yang kayak begitu. Itu adalah politik yang berkhianat terhadap PKB dan NU,” kata Ubaidillah.

Keputusan pecah kongsi ini dikeluarkan dalam rapat pleno DPC PKB Jember. “Kami mencabut dukungan terhadap Bapak Djoko Susanto. Pencabutan rekom sedang kami proses. Insya Allah dalam satu dua hari ini, (surat) pencabutakan selesai,” kata Ubaidillah.

Djoko terpilih menjadi calon bupati berdasarkan surat keputusan PKB yang ditandatangani Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal M. Hasanuddin Wahid pada 21 Februari 2020 dan surat keputusan Partai Gerindra yang ditandatangani Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani pada 26 Februari 2020.

Darsan, juru bicara Djoko Susanto, mengatakan, pihaknya tidak mengenal istilah pencabutan rekom. “Proses dari awal pendaftaran sampai terbitnya rekomendasi DPP, sudah kami ikuti sesuai dengan mekanisme internal di partai tersebut,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar