Politik Pemerintahan

Pj Bupati Bojonegoro Angkat Bicara Soal Penghapusan Namanya di Monumen

Monumen susunan Bupati Bojonegoro dari masa ke masa.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro 2018-2019 Suprianto tidak mengira jika namanya dihapus dari pencatatan monumen sejarah susunan bupati dari masa ke masa. Padahal meskipun Pj, hak, kewajiban, kewenangan dan hak protokoler sebagai Penjabat Bupati hampir sama dengan bupati definitif, karena Pj bukan Pejabat Sementara (Pjs).

Dengan begitu, Suprianto menilai, foto dan namanya memang berhak ditempel dalam daftar susun kepala daerah seperti bupati definitif yang lain. Adanya penghapusan namanya tersebut, dinilai Pemkab Bojonegoro telah meninggalkan asas kedudukan hukum yang sama (equality before the law).

“Meskipun tulisannya itu dihapus, tetapi tetap saja tidak akan mampu mengubah sejarah kepemimpinan masa ke masa di Kabupaten Bojonegoro dan tidak mampu menghapus dalam hati masyarakat bojonegoro termasuk yang menghapus,” ujar pria yang sekarang menjadi Widyaiswara Ahli Utama di BPSDM Prov Jawa Timur, Jumat (19/2/2021).

Menurut Suprianto, tugas, wewenang, kewajiban dan hak serta larangan Pj bupati sama dengan bupati definitif. Hanya beberapa yang tidak diperbolehkan Pj bupati kecuali mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Diantaranya melakukan mutasi dan promosi pegawai, membatalkan perizinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya dan mengeluarkan perizinan yang telah ditolak oleh pejabat sebelumnya, serta Pemekaran wilayah.

Untuk diketahui, Suprianto menjabat Pj Bupati Bojonegoro sejak 13 Maret 2018 hingga 29 September 2018. Waktu itu, Suprianto merangkap sebagai Asisten I Sekdaprov Jatim Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Sebelumnya, Suprianto juga pernah ditunjuk menjadi Pj Wali Kota Blitar pada 2015. “Di Blitar juga tertulis pernah menjabat sebagai Pj Bahkan setiap perayaan hari jadi juga dibacakan,” jelasnya.

Sementara belum ada pejabat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang bisa dimintai keterangan. Kepala Bagian Umum Setda Bojonegoro, Heri Widodo menurut Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bojonegoro Masirin masih kondisi sakit. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah saat dihubungi jurnalis beritajatim.com juga belum memberi komentar hingga berita ini ditulis. [lus/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar