Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Piutang Biakesmaskin Rp 9 M, Pelayanan RSUD Bangkalan Terancam Tak Maksimal

RSUD Syamrabu

Bangkalan (beritajatim.com) – Tunggakan Biaya Kesehatan Masyarakat Miskin (Biakesmaskin) dari Dinas Kesehatan Bangkalan pada RSUD Syamrabu hingga kini belum terbayar.

Direktur RSUD Syamrabu, dr Nunuk Kristiani menyebutkan saat ini anggaran di RSUD terbilang minim. Sehingga, jika tunggakan tersebut tak segera dibayarkan akan mempengaruhi pengadaan salah satunya obat untuk pasien.

“Ya tunggakan itu belum terbayar. Dikhawatirkan akan berpengaruh pada pelayanan, sebab kami juga membutuhkan untuk pembelian obat-obatan,” jelasnya, Kamis (23/9/2021).

Ia juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengajuan pada daerah namun belum ada pencairan. Bahkan, akan terjadi kenaikan tunggakan di tahun 2021 ini.

“Masih menunggu, untuk pengajuan sudah kami lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo menuturkan besaran tunggakan Biakesmaskin di tahun 2021 ini sebanyak Rp 3,7 miliar. Jumlah tersebut belum ditambahkan tunggakan tahun 2020 lalu sebanyak Rp 5,3 miliar.

“Jika ditotal sebesar Rp 9 miliar. Di tahun ini kita mendapat anggaran untuk Biakesmaskin sebanyak Rp 3,9 miliar dan sudah terserap Rp2,6 miliar,” tuturnya.

Ia juga menyebut, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tunggakan tersebut, yakni adanya refocusing penanganan Covid-19. Sehingga, dana yang digunakan terpangkas dan terjadi penunggakan pembayaran.

“Kita upayakan agar segera terbayar. Salah satunya menggunakan sisa anggaran di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Namun, jika tidak bisa tercover, akan dibayarkan tahun 2022, sebab tahun ini juga minim,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, sisa anggaran Biakesmaskin sebanyak Rp1,3 miliar di tahun ini sudah masuk terploting dalam rencana pembiayaan masyarakat yang belum tersentuh bantuan yang bersifat urgent. [sar/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar