Politik Pemerintahan

Pintu Pendapa Dikunci, Plt Bupati Jember Sambut Kapolres Baru di Beranda

Jember (beritajatim.com) – Penyambutan Kepala Kepolisian Resor Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin yang baru dilantik oleh Pelaksana Tugas Bupati Abdul Muqiet Arief di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (6/11/2020), berjalan tak lazim.

Lazimnya, sebelum acara formal dilakukan di lantai dua Pendapa Wahyawibawagraha, kepala daerah sebagai tuan rumah mempersilakan para tamu masuk ke ruang tamu. Bahkan dalam beberapa acara resmi sebelum Bupati Faida cuti kampanye, para tamu diajak beramah-tamah dan makan siang di ruang tengah lantai bawah.

Namun kali ini itu tidak terjadi. Muqiet menerima Arif yang didampingi Ajun Komisaris Besar Aris Supriono, kapolres sebelumnya, dan Komandan Distrik Militer 0824 Letnan Kolonel Infantri La Ode Muhammad Nurdin di beranda pendapa. Ini dikarenakan pintu utama masuk pendapa masih dikunci sejak Bupati Faida cuti kampanye. Bahkan sebelum para tamu datang, Muqiet sempat duduk-duduk di beranda pendapa bersama tokoh petani tebu Arum Sabil.

Acara lepas kenal diselenggarakan di aula lantai dua pendapa. Soal alasan penyambutan di beranda, Muqiet tak mau menjelaskan panjang lebar. “Kalau nanti disambut di dalam, beliau sudah datang. Menyambut sebentar saja,” katanya.

Masalah terkuncinya pendapa ini sempat jadi sorotan DPRD Jember saat silaturahmi dengan Muqiet, di lantai dua pendapa, Senin (5/10/2020). Ketua Komisi C David Handoko Seto mempertanyakan terkuncinya pintu utama di pendapa, sehingga anggota DPRD Agusta Jaka Perwana yang datang dengan memakai kursi roda pun tak bisa masuk.

“Kalau saya melihat ketentuan Gubernur, wewenang pelaksana tugas bupati sama dengan bupati. Tapi saya melihat ada yang dikebiri. Faktanya di (lantai) bawah terkunci,” kata David. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar