Politik Pemerintahan

Larangan Mudik

Pintu Masuk Jatim di Ngawi, Tuban, dan Pacitan Diperketat

Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa

Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim mulai Jumat (24/4/2020) hari ini akan memperketat pengawasan terhadap arus mudik ke Jatim. Ada sembilan titik pintu masuk ke Jatim yang diperketat. Yakni, Banyuwangi, Tuban, Rembang, Ponogoro, Pacitan, Bojonegoro, Ngawi dan Magetan dua titik.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pengetatan di pintu masuk Jatim ini menyusul adanya larangan mudik dari pemerintah pusat.

Menurut gubernur, saat ini sedikitnya sudah ada 13.430 orang Jatim yang melakukan mudik dari berbagai tempat perantauan. Mereka mudik menggunakan moda transportasi laut dan darat. “Pintu penyekat akan makin disolidkan. Kami akan lakukan pemeriksaan secara berlapis,” tegasnya, Jumat (24/4/2020).

Jika sudah terlanjur masuk ke Jatim, lanjut dia, pemudik harus menjalani karantina. Ruang karantina atau tempat observasi dan isolasi sudah disiapkan baik di desa maupun kelurahan di Jatim.

“Setidaknya sekitar 86,3 persen dari total desa dan kelurahan di Jatim sudah memiliki ruang isolasi. Saat ini, sudah ada ada 406 ruang isolasi di desa maupun kelurahan yang sudah dipakai. Sedangkan jumlah warga yang menjalani karantina sebanyak 2.521 orang. Untuk langkah perlindungan kepada mereka (yang dikarantina), masing masing desa diharapkan bisa melakukan pengawasan,” tukasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar