Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pindah ke Golkar, Pengamat Apresiasi Bayu Tetap di Jalur Perjuangan Parpol

Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat politik dari The Republic Institute, Sufyanto menilai langkah Bayu Airlangga untuk pindah ke Golkar merupakan pilihan yang sudah dipertimbangkan secara matang dan jernih. Dia memberikan apresiasi atas keputusan yang telah diambil Bayu.

“Ini karena sebagai politisi milenial yang sedang pada posisi tinggi, tentu tidak sembarangan dalam membuat keputusan. Dan, ini sebuah pilihan yang tentu prosesnya tidaklah instan,” kata Sufyanto kepada beritajatim.com, Sabtu (22/5/2022).

Menurut mantan Ketua Bawaslu Jatim ini, perpindahan politisi dari rumah partai lama ke rumah partai baru, di tengah-tengah kehidupan politik multi-partai itu adalah sebenarnya peristiwa biasa saja. Ini karena menyangkut kenyamanan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Sebab pada hakikatnya berpartai politik itu adalah aktivitas yang terhormat dan bermartabat untuk memperjuangkan nasib banyak orang, karena itu butuh kondisi diri yang nyaman untuk itu. Jadi, kalau perpindahan itu tetap pada semangat berjuang di jalur politik untuk memikirkan dan memperjuangkan nasib rakyat itu harus diapresiasi,” tegasnya.

Sebagai akademisi dan teoritisi politik, Sufyanto mengapresiasi Bayu Airlangga yang tetap memilih jalan perjuangan melalui partai politik.

“Walaupun harus berwarna baju politik berbeda, namun semangatnya tetap di jalur politik itu adalah kebaikan. Tidak banyak pemimpin milenial yang memilih jalur perjuangan melalui partai politik. Itu artinya Mas Bayu sudah memiliki keberpihakan perjuangan terhadap masyarakatnya, apalagi merencanakan ingin menjadi anggota DPR RI yang tingkat kompetisinya sangat ketat,” tuturnya.

“Itu adalah komitmen pemimpin yang betul-betul memilih jalan perjuangan yang tidak mudah,” imbuhnya.

Pengamat politik dari Unesa, Agus Mahfudz Fauzi berpendapat perpindahan Bayu Airlangga ke Golkar sebagai strategi taktis untuk diri Bayu. “Yakni, bagaimana dia bisa tetap eksis menampilkan ide-ide dan gagasannya untuk membangun masyarakat,” jelasnya.

“Tidak sampai ke ideologis, sebab Partai Demokrat dan Golkar relatif sama dalam hal Ideologis. Bahkan, sejarahnya sebagian orang Demokrat pernah dibesarkan oleh Partai Golkar,” pungkasnya. (tok/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar