Politik Pemerintahan

Pilwali Surabaya: PDIP Jadi Kunci, Basis Tradisional Berperan Penting

Surabaya (beritajatim.com) – Jelang Pilwali Surabaya di 9 Desember nanti, peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam menilai jika saat ini PDIP menjadi kunci. Hal ini dikarenakan, seluruh partai menunggu rekom dari partai berlogo moncong banteng itu.

“Saya pikir rekom partai di Pilwali Surabaya tinggal menunggu rekom PDIP. Jika PDIP merekom calon sendiri, maka akan ada 2 Paslon yang diusung partai/gabungan partai, dan jika calon perseorangan yang diverifikasi lolos maka akan ada 3 paslon yang akan bertanding,” kata Rokim.

Lebih lanjut, Ia menilai jika rekomendasi PDIP akan menentukan haru biru kontestasi Pilwali Surabaya. “Karena bagaimanapun PDIP itu kekuatan dan memiliki sejahar dalam Pilkada langsung di Surabaya,” jelasnya.

Kondisi Surabaya pun, dipandang oleh Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura ini, merupakan salah satu basis dari PDIP. “Bagaimanapun Surabaya masih layak dianggap sebagai salah satu basis pendukung loyal PDIP sehingga wajar jika itu dijadikan benchmarking,” katanya.

“Surabaya secara geopolitik nasional juga akan memberi efek bagi pilkada lain di Jatim karena Surabaya bagaimanapun adalah sentra kekuasaan di Jatim,” lanjut Rokim.

Di sisi lain, Rokim menilai jika penguasaan kantong-kantong pemilih di akar rumput juga vital untuk dilakukan di Surabaya. “Dalam pemilu langsung kemenangan akan sangat ditentukan oleh voters sebagai pemilik suara. Pemilih Surabaya yang heterogen jelas menjadi medan pertemburan yang sulit bagi semua kandidat apalagi dengan melihat pertumbuhan pemilih rasional yang terus meningkat,” bebernya.

“Basis tradisional tetap harus dijaga. Belum lagi konteks baru pendemi covid juga akan membuat situasi psikologis pemilih akan kian kompleks dan rumit dalam pilkada. Melihat gambaran voters surabaya paling dekat ya melihat hasil Pileg. Sekali lagi, PDIP masih cukup dominan. Namun jangan lupa fenomena PSI dan Nasdem yang memperlihatkan perubahan pilihan kelas menengah rasional dalam pilwali nanti. Basis tradisional tentu masih akan berpengaruh,” lanjut Rokim.

Terkait pertarungan perjuangan rekom yang terjadi saat ini, Ia menilai jika lobi-lobi politik ke elite partai saja tidak akan membuahkan hasil maksimal. “Yang ideal bagi kandidat tentu gabungan kuat ke atas dan mengakar ke bawah. Karena rekom butuh kekuatan akses dan lobi ke DPP itu artinya harus kuat ke elit DPP. Sementara pilkada langsung yang menentukan voters juga harus punya basis dukungan voters di bawah yang kuat,” ujarnya.

“Makanya kandidat yang bertarung di Surabaya tidak akan kandidat yang biasa dan pasti kandidat yang super plus plus baik kekuatan sosial, ekonomi, politik maupun kulturalnya,” pungkas Rokim. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar