Politik Pemerintahan

Pilwali Surabaya, Fandi Utomo Tanggapi Hasil Survei JTV-ITS

Surabaya (beritajatim.com) – Berhasil masuk di jajaran hasil survei tertinggi di riset yang dilakukan oleh ITS Surabaya dan JTV terkait Pilwali Surabaya, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fandi Utomo akhirnya memberikan tanggapan terbuka.

Menjadi salah satu pendaftar Bacawali-Bacawawali untuk Pilwali Surabaya lewat PDIP, Fandi Utomo mengatakan jika hasil itu merupakan wujud dari harapan masyarakat.

“Ini menunjukan bukti bahwa (Fandi Utomo) menjadi salah satu yang diharapkan masyarakat Surabaya untuk memimpin ke depan. Saya siap maju di Pilwali Surabaya,” kata Fandi Utomo, Selasa (25/2/2020).

“Saya belum melakukan sosialisasi, khususnya berkaitan dengan rencana Pilwali Surabaya 2020. Tapi dari hasil survei itu, menunjukan besarnya harapan masyarakat Surabaya (ke Fandi Utomo). Dalam waktu dekat saya akan mengambil langkah tepat dalam berkontestasi di Pilwali Surabaya,” pungkas politisi yang akrab disapa FU itu.

Sebagai informasi, dari hasil penelitian ini, Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menjadi figur yang paling populer dengan persentase mencapai 39,21 persen.

Posisi kedua diduduki oleh politisi Golkar Adies Kadir dengan persentase 30,9 persen. Disusul Presiden Persebaya, Azrul Ananda dengan 29,66 persen. Sedangkan mantan anggota DPR RI Fandi Utomo dengan 25,73 persen berada di posisi keempat.

Posisi kelima dan keenam secara berurutan diduduki oleh Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi dengan 17,84 persen dan Mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin dengan 11,93 persen.

Di bawah Machfud Arifin ada beberapa nama lain mulai dari Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), hingga Mujiaman Sukirno, dan beberapa nama lain namun tingkat popularitasnya di bawah 10 persen.

Dari sisi elektabilitas, Whisnu tetap yang paling tinggi dengan angka 5,47 persen. Posisi kedua diisi Eri Cahyadi 5,04 persen. Disusul Azrul Ananda dengan 4,76 persen. Lalu Adies Kadir 2,62 persen. Di posisi ke lima ada Fandi Utomo dengan 2,39 persen. Sedangkan Machfud Arifin hanya dipilih 1,35 persen. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar