Politik Pemerintahan

Pilkades Sidoarjo Ditunda, Pelaksanaan Setelah Pilkada Serentak

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak untuk 174 desa di Sidoarjo, yang sedianya akan digelar 20 September 2020, dipastikan batal digelar

Pasalnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan Surat Edaran (SE) dalam Penundaan Pelaksanaan Pilkades tertanggal 10 Agustus 2020. SE itu ditandatangani langsung oleh Mendagri M. Tito Karnavian.

Padahal, baru saja penetapan tanggal pelaksaan Pilkades Serentak itu disetujui Plt Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Saifuddin pekan kemarin, Pilkades Serentak akan dilaksanakan 20 September.

Dalam SE Mendagri Nomor : 141/4528/SJ, yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota seluruh Indonesia, Mendagri meminta pelaksanaan Pilkades ditunda. Pilkades baru bisa dilaksanakan setelah Pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 selesai.

Isinya kepala daerah diminta fokus menyukseskan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang karena masuk dalam program strategis nasional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Pemkab Sidoarjo, Fredik Suharto mengaku belum punya sikap matang. Akan tetapi, dengan adanya SE Mendagri itu, pihaknya akan kembali menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait untuk kepastian pelaksanaan Pilkades Serentak di Sidoarjo itu.

“Sebenarnya komunikasi kami dengan pusat dan Provinsi Jatim sudah 9 kali. Tapi dengan adanya SE (Mendagri) itu, mau tidak mau kami harus terima,” katanya, Senin (10/8/2020).

Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo, Wadih Andono menegaskan jika sudah menjadi ketentuan Mendagri untuk menunda pelaksanaan Pilkades, maka Pemkab Sidoarjo harus tunduk dan taat serta mengikuti SE itu.

“Kalau SE itu dari Mendagri, maka otomatis Pemkab Sidoarjo harus mengikuti dan taat terhadap peraturan itu,” tandas Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo ini.

Sementara itu Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin menyatakan akan mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk membahas masalah ini. Pemkab Sidoarjo harus patuh pada SE Mendagri itu. Meski sebelumnya sudah diputuskan dan dipersiapkan secara matang.

“Sebelumnya sudah kita susun, kita rencanakan dengan melibatkan Unair Surabaya dalam melaksanakan Pilkades Serentak di tengah pandemi Covid-19. Kita harus patuh terhadap SE Mendagri,” tandasnya. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar