Politik Pemerintahan

Pilkades Serentak, 5 Desa di Kabupaten Kediri Rawan Konflik

Kediri (beritajatim.com) — Rumah Keadilan Perwakilan Kediri melakukan pemantauan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2019. Dari 251 desa penyelenggara, lima diantaranya dinyatakan rawan konflik.

Konflik tersebut, dari pemotretan Rumah Keadilan Perwakilan Kediri antara lain, pertikaian antar kubu kandidat dan pendukungnya. Selain itu, rumah keadilan mendeteksi adanya praktek perjudian atau botoh serta dugaan politik uang melalui pemberian bahan makanan.

Sholehuddin, Wakil Ketua Rumah Keadilan Perwakilan Kediri mengatakan, relawan pemantau melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi dengan tim pengawas di tiap kecamatan. Untuk lima desa kategori rawan, akan dipantau oleh relawan dengan jumlah lebih banyak.

“Kami menerjunkan 50 orang relawannya untuk melakukan pemantauan mulai tahap awal, pelaksanaan hingga paska pencoblosan,” kata Sholehuddin.

Selain memantau di lapangan langsung, relawan juga melaporkan hasil pantauan dengan tujuan mensukseskan pesta demokrasi tingkat desa yang berpedoman persatuan dan kesatuan. Pilkades serentak juga diharapkan berjalan damai, langsung, umum bebas dan rahasia.

Untuk diketahui, Pilkades Kabupaten Kediri serentak akan dihelat 251 desa, pada 30 Oktober 2019. Kepolisian Polres Kediri dan Polresta Kediri menerjunkan personilnya untuk melakukan pengamanan serta membentuk tim anti botoh. [nng/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar