Politik Pemerintahan

Pilkades Pamekasan 2021 Digelar dengan Format Berbeda

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (tengah) bersama Forpimda dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, dalam rapat penempatan pelaksanaan Pilkades Serentak 2021.

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemilihan kepala Desa (Pilkades) 2021 di kabupaten Pamekasan, dicanangkan dan digelar dengan format berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya akibat masa pandemi Coronavirus Disiase 2019.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, Achmad Faisol pasca rapat bersama Bupati Badrut Tamam dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Senin (10/5/2021) kemarin.

“Pelaksanaan pilkades tahun ini berbeda dengan pelaksanaan pilkades sebelumnya, hal itu karena adanya regulasi bersamaan dengan pandemi Covid-19,” kata Plt Kepala DPMD Pamekasan, Achmad Faisol.

Regulasi tersebut salah satunya berupa mengantisipasi penumpukan massa demi memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19. “Untuk saat ini ada regulasi yang mewajibkan setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) maksimal terdiri dari 500 DPT (Daftar Pemilih Tetap),” ungkapnya.

“Hal ini dilakukan sebagai salah satu penerapan protokol Covid-19, sehingga kita juga harus menyediakan dana, sarana dan prasarananya. Termasuk persiapan setiap TPS harus terdiri dari 500 DPT, jadi ini hal baru dan harus ada persiapan dari semua pihak,” jelasnya.

Sebelumnya Bupati Badrut Tamam juga memastikan pelaksanaan pilkades serentak di daerah yang dipimpinnya, bakal dilaksanakan di sebanyak 74 desa dan digelar serentak pada Senin (20/9/2021) mendatang. “Pelaksanaan pilkades ini diharapkan dapat merealisasikan tiga poin penting yang dijadikan sebagai kesepakatan bersama,” jelasnya.

“Tiga poin penting itu meliputi keamanan dan kesuksesan pelaksanaan pilkades, serta tetap menerapkan protokol Covid-19 sesuai regulasi. Sehingga kesuksesan pelaksanaan pilkades menuntut pelaksana agar tahapannya harus berjalan sesuai,” imbuhnya.

“Jadi kesuksesan keamanan berarti keamanan dan ketertiban harus menjadi perhatian bersama. Sementara sukses protokol kesehatan berarti kesadaran protokol kesehatan harus diikuti bersama-sama,” pungkasnya. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar