Politik Pemerintahan

Pilkades di Campurejo Bojonegoro Dikeluhkan Warga

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Campurejo, Kabupaten Bojonegoro banyak dikeluhkan warga. Pasalnya, warga yang akan menggunakan hak pilihnya harus mengantri sesuai panggilan yang dilakukan panitia pelaksana.

Beberapa warga sudah ada yang berangkat pagi namun belum bisa langsung mencoblos karena menunggu kupon antrian. Sehingga warga yang mengantri membludak di Balai Desa. Meski penyerahan kupon sudah selesai sebelum waktu pukul 12.45 WIB, namun pencoblosan belum selesai hingga pukul 14.00 WIB.

Salah seorang warga Desa Campurejo, Damin mengatakan proses pemanggilan menggunakan kupon ini kurang efektif. Lantaran, warga yang berangkat lebih awal belum tentu bisa mencoblos lebih dulu. Sehingga menyebabkan banyak antrian. Selain itu, nama pemilik kupon saat dipanggil juga belum tentu sudah hadir di tempat pemungutan suara.

“Katanya dulu akan menggunakan sistem per RW ada bilik suara, tapi pemanggilan satu persatu jadi lebih lama,” ujarnya, Rabu (26/6/2019).

Sekadar diketahui dalam pelaksanaan Pilkades di Desa Campurejo jumlah pemilih ada sebanyak 4.367 orang. Panitia pelaksana menilai hampir 90 persen pemilih menggunakan hak pilihnya. Sistem antrian, menurut salah seorang panitia, Deddy Bachtiar sudah diatur sedemikian rupa. Namun, antrian terjadi karena partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya yang lebih besar dari sebelumnya sehingga terjadi antrian.

Dalam Pilkades Campurejo ada tiga kontestan. Nomor urut satu ada Budi Utomo yang sebelumnya sudah pernah menjabat sebagai kepala desa selama dua periode, calon petahana nomor urut dua, Edi Sampurno, dan calon nomor urut ketiga ada Muhammad Rizal. Pada pukul 17.30 WIB, proses penghitungan suara masih berlangsung. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar