Politik Pemerintahan

Pilkada Tak Boleh Ganggu Konsolidasi GPK di Jatim

Jember (beritajatim.com) – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jawa Timur menargetkan pembentukan pengurus cabang di 38 kabupaten dan kota selesai sebelum matahari tahun baru terbit. Pemilihan kepala daerah tak boleh mengganggu konsolidasi internal tersebut.

Hal ini dikemukakan Ketua Pengurus Wilayah GPK Jatim Muhammad Khozin, usai membuka Musyawarah Cabang GPK Jember, di Hotel Aston, Sabtu (7/11/2020). “Secara teknis kami masih banyak disibukkan agenda internal, seperti melengkapi struktur kepengurusan dari tingkat cabang hingga ranting,” katanya.

Hingga saat ini sudah sembilan kabupaten dan kota di Jatim yang memiliki kepengurusan GPK, yakni Jombang, Kota Malang, Kabupaten Malang, Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Bondowoso, Lumajang, dan Jember.

Rencananya, pekan depan pembentukan pengurus cabang dilanjutkan di Banyuwangi, Ngawi, empat kabupaten Madura, Kota Surabaya, Kediri, dan beberapa kabupaten dan kota lainnya. “Alhamdulillah, responsnya bagus, cukup antusias,” kata Khozin.

Khozin menyadari bahwa GPK adalah keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan dan akan mendukung keputusan politik PPP dalam pilkada. “Namun jangan sampai melalaikan kewajiban utama kami untuk menyelesaikan pekerjaan rumah internal,” katanya.

“Kondisi pilkada seharusnya memberikan nilai tambah terhadap upaya konsolidasi organisasi. Jangan sampai adanya pilkada menjadi nilai kurang, dalam artian konsentrasi kami dan upaya konsolidasi terpecah. Kami fokuskan energi ke pilkada, kemudian roda organisasi tidak berjalan,” kata Khozin.

“Kami ingin berfokus pada penataan organisasi atau internal. Baru setelah itu kita bicara langkah-langkah berikutnya sesuai kearifan dan program masing-masing cabang, senyampang tidak keluar dari rekomendasi musyawarah wilayah dan rapat kerja nasional,” tambah Khozin.

GPK sudah ada sejak 1982. Namun organisasi ini vakum secara nasional sejak 2006. Hal ini yang menurut Khozin membutuhkan kerja keras untuk membangkitkannya. “Seakan-akan semua infrastruktur dimulai dari nol,” katanya.

Khozin menolak gunakan pilkada sebagai momentum konsolidasi GPK. “Kami ingin mulai kemandirian, tak hanya dalam konteks material, tapi juga imaterial. Semangat teman-teman jangan dikecilkan hanya untuk ikut momentum-momentum (politik) yang ada,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar