Politik Pemerintahan

Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur, Banyak Kandidat Muda Menang Hitung Cepat

Surabaya (beritajatim.com) – Pilkada serentak 2020 telah usai digelar pada hari Rabu (9/12/2020) lalu. Hasil pesta demokrasi itu pun telah bisa diprediksi melalui quick count atau hitung cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga peneliti.

Di Jawa Timur, boleh dibilang terjadi fenomena yang cukup menarik. Cukup banyak kandidat dengan usia yang relatif muda muncul sebagai pemenang di Pilkada Serentak 2020.

Di Banyuwangi, Ipuk Fiestiandiani yang lebih muda dari Yusuf Widiatmoko sudah menang hasil quick count. Begitu juga Gus Muhdlor yang menjadi kandidat termuda diantara 3 kandidat Pilkada Sidoarjo. Di Surabaya, Eri Cahyadi pun jauh lebih muda ketimbang Machfud Arifin. Sedangkan Gus Yani di Gresik pun juga sangat muda.

Baca Juga:

    Ada juga Aditya Halindra Faridzky dari Tuban dan Hanindhito dari Kediri yang masih sama-sama berusia 28 tahun. Masih ada juga Cak Ipin di Trenggalek, Ony di Ngawi, dan juga Indrata Bayu Aji di Pacitan. Sosok Sugiri Sancoko di Ponorogo pun layak masuk hitungan karena relatif masih lebih muda dari Ipong Muslichssoni yang menjadi pesaingnya.

    Merespon fenomena ini, Direktur Surabaya Survey Center Mochtar W. Oetomo berpendapat jika hal itu bukti bonus demografi semakin nyata. “Pemilih generasi millenials, semakin ke depan semakin berpengaruh menentukan dinamika politik elektoral,” paparnya.

    “Tidak terlepas pula semakin berkembangnya marketing politik. Mau tidak mau pilihan langsung berkaitan dengan marketing semakin penting. Prinsip eye catching, mereka yang muda atau enak dikenali dan dilihat akan semakin menjadi pilihan,” tambah Mochtar.

    Faktor semakin variatifnya harapan publik kepada sosok Kepala Daerah menurut Mochtar juga menjadi faktor tersendiri. “Ada harapan publik pemimpin di era sekarang butuh lebih inovatif dan diharapkan, itu bisa diraih oleh anak muda,” urainya.

    “Tapi, tidak cukup hanya muda. Dalam politik tidak ada faktor tunggal. Tentunya ada faktor-faktor lain. Tapi faktor menjadi muda semakin penting itu nyata,” pungkas Mochtar. [ifw/kun]



    Apa Reaksi Anda?

    Komentar