Politik Pemerintahan

Pilkada, PDIP Larang Penggunaan Atribut di Luar Rekom Resmi

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Arif Wibowo

Jember (beritajatim.com) – PDI Perjuangan melarang penggunaan atribut partai oleh calon bupati yang tidak direkomendasi resmi oleh Megawati Sukarnoputri. Penggunaan atribut secara ilegal bisa berkonsekuensi hukum.

“Kami pasti akan menyikapi, kalau ada berbagai pihak yang mencantumkan segenap simbol partai di luar keputusan dan perintah partai. Kalau perlu kami akan ambil langkah hukum,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Arif Wibowo, Jumat (4/9/2020).

PDI Perjuangan akan menyurati seluruh pihak untuk tidak menggunakan simbol partai, kecuali untuk pasangan calon yang direkomendasi resmi. “Kami minta kesadarannya. Kami mengambil langkah persuasif,” kata Arif.

Sementara, Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember akan menggelar rapat kerja cabang khusus hari ini. “Tanggal 5 September, kami akan mendaftarkan pasangan Abdus Salam dan Ifan Ariadna ke Komisi Pemilihan Umum Jember,” kata Arif.

Arif mengatakan, PDI Perjuangan di Jember solid berada dalam satu komando untuk memenangkan pasangan Salam-Ifan. “Kami tegaskan secara terang-benderang keputusan partai kami, kenapa keputusannya begitu, dan seterusnya, terus apa langkah-langkah yang perlu dikerjakan kader partai untuk memenangkan pasangan yang sudah jadi keputusan partai,” katanya.

“Saya yakin, anggota, kader, dan pengurus partai akan taat dan tunduk kepada perintah partai. Kalau tidak, sudah pasti konsekuensinya mendapatkan sanksi dari partai. Nanti ada penilaian partai. Kalau kategori berat, ya diberhentikan dari partai. Anggota, kader, pengurus hukumnya wajib tegak lurus terhadap keputusan partai,” kata Arif. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar