Politik Pemerintahan

Pilkada Jember 2020

Pilkada Masa Covid Sebenarnya Untungkan Petahana Jember, Tapi…

Jember (beritajatim.com) – Penyelenggaran pemilihan kepala daerah pada masa pandemi Covid-19 sebenarnya menguntungkan kandidat petahana, termasuk di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun faktor keuntungan itu berhasil ditangkal pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

“Secara teori umumnya, ketika bicara Covid-19 dengan berbagai aturan yang menghambat orang untuk melakukan kampanye dengan mudah, itu memperbesar peluang petahana. Ini karena petahana punya keunggulan sudah melakukan kampanye permanen selama menjabat,” kata Rully Akbar, peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia Denny JA.

Selain itu, kandidat petahana punya keuntungan bisa membagikan bantuan sosial kepada masyarakat. “Ini masalah umum, bahwa bantuan Covid dijadikan kampanye dan lain-lain. Tapi buktinya, di Jember, itu belum berhasil,” kata Rully.

Mengapa gagal? “Bisa jadi berbagai isu yang dilemparkan 02 (pasangan Hendy dan Firjaun) dan 03 (Abdus Salam dan Ifan Ariadna) terhadap 01 (Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto) terbukti efektif. Tapi yang bisa mengambil suara lebih banyak ada pada pasangan 02,” kata Rully.

“Kita bicara, yang seharusnya memenangkan pilkada dalam konteks pandemi adalah petahana, tapi dengan isu yang kuat bisa menjatuhkan petahana, bisa diakumulasi pasangan 02,” kata Rully.

Sesuai hitung cepat terhadap pemilihan kepala daerah di Jember yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia Denny JA, pasangan Hendy – Firjaun memperoleh suara 47,95 persen. Sementara Faida yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto sebanyak 30,41 persen dan pasangan Abdus Salam – Ifan Ariadna mendapat suara 21,64 persen. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar