Politik Pemerintahan

Pilkada Kala Pandemi, Partisipasi Masyarakat Diprediksi Terjun Bebas

Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat politik Edward Dewaruci mewanti-wani jika partisipasi pemilih di Pilkada Serentak bisa turun secara drastis. Di sisi lain, fenomena ini bisa berdampak langsung pada potensi munculnya oligarki kepemimpinan.

“Di era pandemi ini, bisa sampai 50 persen partisipasi sudah bagus. Kan warga masih takut ini kumpul-kumpul. Di ajak tahlilan aja takut, apalagi nunggu untuk nyoblos ke TPS,” kata Edward.

Kondisi demikian, menurutnya, menjadikan banyak partai politik menjadi pragmatis. “Mereka hanya mempedulikan bagaimana meraih kemenangan,” tegasnya.

“Terkait legitimasinya, berapa persen kemenangan itu, sudah menjadi tidak penting lagi,” tambah Edward.
Untuk itu, Ia mengajak agar masyarakat menjadi cerdas jelang Pilkada Serentak 2020. “Kalau dibiarkan, tentunya pendidikan politiknya bisa hilang. Oligarki tumbuh,” pungkas Edward.

Sebagai informasi, di Pilwali Surabaya, terdapat dua bakal paslon yang hendak berlaga. Keduanya adalah pasangan Eri-Armuji dan Machfud Arifin-Mujiaman. Pasangan Eri-Armuji, diusung oleh PDIP dan PSI. Sang Bakal Calon Wali Kota, Eri Cahyadi, merupakan mantan birokrat yang sering disebut anak emas Wali Kota Risma. Sedangkan Armuji adalah Ketua DPRD Surabaya periode 2014-2019.

Sedangkan pasangan Machfud Arifim-Mujiaman, diusung oleh total 8 partai. Mereka adalah Gerindra-Golkar-PKS-PKB-Demokrat-NasDem-PAN-PPP. Machfud Arifin adalah pensiunan Jenderal yang pernah menjabat sebai Kapolda Jawa Timur. Bakal Calon Wali Kota Mujiaman adalah sosok profesional yang pernah sukses sukses mengantarkan PDAM Surya Sembada Surabaya meraup keuntungan. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar