Politik Pemerintahan

Pilkada Jember, NU: Kami Kalah, Tapi Tidak Salah

Ketua PCNU Abdullah Syamsul Arifin (kiri) dan calon wakil bupati Ifan Ariadna saat pilkada Jember pada 2020. [FOTO: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Kekalahan pasangan Abdus Salam dan Ifan Ariadna yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bukanlah hal yang patut disesali. Namun justru kekalahan ini jadi pelajaran berharga.

Duet tersebut sebenarnya didukung oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember dan Kencong. Pertama kali dalam sejarah politik lokal, dua kepengurusan cabang NU ini bersatu mendukung satu pasangan calon. Namun hasil pemungutan suara menunjukkan, bahwa Salam-Ifan menduduki posisi buncit dari tiga kontestan.

“Proses dan ikhtiar politik itu dilakukan dengan hasil musyawarah dan memaksimalkan masukan dari berbagai elemen yang terlibat dalam PCNU. Adapun hasil ikhtiar seperti apa, saya kira semuanya harus menerima ralitas yang terjadi,” kata Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin, sebelum menghadiri acara seminar ‘Meneguhkan kembali Khidmat PKB kepada NU’ yang digelar Dewan Pimpinan Cabang PKB, di Hotel Luminor, Jember, Kamis (4/2/2021).

Abdullah mengingatkan, bahwa tidak semua ikhtiar harus mendapatkan hasil yang diinginkan. “Paling penting adalah konsolidasi organisasi, penyatuan dari seluruh perangkat agar berada dalam satu komando, itu sudah mulai diupayakan untuk dilaksanakan. Dari sekian yang berproses, pasti yang berhasil hanya satu,” katanya.

Abdullah menilai ada beberapa hal yang menyebabkan kandidat yang diusung PKB dan NU kalah. “Antara lain karena mepetnya waktu, kurangnya jam terbang, jadi hal-hal yang barangkali mempengaruhi hasil,” katanya.

“Tapi apa yang kami lakukan sudah sesuai mekanisme internal yang kami bangun, untuk kemudian mengonsolidasikan seluruh potensi NU. Maka ketika ditanya, bagaimana sekarang menghadapi pilkada, kami sampaikan bahwa: kami kalah tetapi kami tidak salah,” kata Abdullah.

Abdullah mengatakan, pilkada 2024 tidak menjadi prioritas awal program saat ini. “Program-program yang lain dulu dilaksanakan, tapi itu pada saatnya harus dibicarakan dan direncanakan dengan tepat,” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar