Politik Pemerintahan

Pilkada Gresik, Partai Golkar Manut Kiai

Gresik (beritajatim.com) – Perhelatan Pilkada Gresik tinggal enam bulan lagi. Namun, sikap DPD Partai Golkar saat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) X di Gresik belum menentukan sikap.

Terkait dengan ini, Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Muhammad Sarmuji mengatakan, hari ini ada salah satu cabup dipanggil DPP Partai Golkar. Apakah mendapat rekom, tidak bisa disampaikan.

“Soal rekom Partai Golkar untuk sementara kami belum bisa menyampaikan secara gamblang. Yang jelas kita memperhatikan dawuh kiai sepuh yang ada di Gresik,” ujarnya usai Musyawarah Daerah (X) DPD Golkar Gresik di salah satu hotel, Minggu (12/7/2020).

Sarmudji menambahkan, mengenai siapa yang berangkat ke Jakarta menemui DPP Golkar, pihaknya hanya memberikan bocoran jika itu kader Golkar yang akan berangkat. Namun, Ketua DPD Golkar Gresik, Ahmad Nurhamim sendiri masih berada di Gresik.

“Kalau kader Golkar Mas Nurhamim berada di sini berati bukan dia dong. Siapapun yang kita usung kita anggap mewakili kader Golkar,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Golkar Gresik Ahmad Nurhamim menjelaskan bahwa sudah menyerahkan 11 nama ke DPP Golkar.

“DPD Partai Golkar Gresik diberi hak menjaring. Nah, saat penjaringan ditetapkan, muncul dinamika politik baru oleh para kiai sepuh, yakni muncul nama Mas Yani sebagai Cabup Gresik. Ya kita komunikasikan, kami beri ruang. Meski sewaktu pleno kemarin (11/7) ada sebelas nama yang dikirim,” paparnya.

Di Musda X DPD Partai Golkar Gresik, nama Ahmad Nurhamim kembali memimpin partai berlambang pohon beringin itu. Anha, panggilan akrabnya, meraih 17 utusan Pengurus Kecamatan (PK) dari 18 PK yang bulat mendukungnya.

Dari hasil itu, Anha kembali memimpin DPD Partai Golkar Gresik peridoe 2020 – 2025. Dalam acara tersebut dihadiri oleh ratusan pengurus tingkat DPD, PK, dan Organisasi Sayap Golkar Kabupaten Gresik. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar