Politik Pemerintahan

Pilkada 2020 di Jatim, PKB Disebut Terlalu Percaya Diri

Surabaya (beritajatim.com) – Nasib kurang baik menimpa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur di Pilkada serentak 2020. Banyak psangan calon yang diusung PKB berguguran. Dari 19 daerah yang menggelar Pilkada, PKB hanya mengantarkan satu kadernya sebagai pemenang di Pilkada Sidoarjo berdasarkan hitung cepat versi KPU.

Pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo menilai, ada sejumlah faktor mendasar mengapa banyak pasangan calon dari PKB tumbang di Pilkada kali ini.

Mochtar menguraikan, PDIP dan PKB selalu berdiri secara diametral dalam setiap gelaran Pilkada di Jatim, itu dilakukan sebagai wujud persaingan keduanya sebagai partai besar. Namun, di Pilkada serentak 2020 ini, PKB tak diuntungkan, pasalnya, partai Demokrat dan partai Gerindra cenderung seirama dengan PDIP dibanding PKB.

“Tentu ini tidak lepas dari ekosistem politik nasional yg saat ini cenderung dalam habitasi PDIP daripada PKB. Dalam konteks ini Demokrat dan Gerindra serta PDIP dibanyak tempat berhadapan dengan PKB. Maka secara geopolitik, posisi PKB di berbagai daerah yang sedang pilkda relatif kalah positioning,” kata Mochtar dikonfirmasi sesaat lalu.

Selaian itu, kata Mochtar, PKB juga banyak mengusung calon yang berstatus petahana, dalam posisi pandemi seperti saat ini, posisi politiknya relatif tidak menguntungkan karena berbagai problem dan keterbatan. “Tak heran banyak incumbent yang diusung PKB gugur, seperti di Banyuwangi, Situbondo, Ponorogo, Lamongan, Tuban, Gresik,” urainya.

Faktor lain yang cukup mendukung jebloknya PKB yakni keberadaan elit partai di Jatim yang memiliki kesibukan lain . Seperti, Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar yang direpotkan sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Sekretaris PKB Jatim, Badrut Tamam selaku Bupati Pamekasan. Selain dua tokoh tersebut, ada Nama Toriqul Haq yang kini menjadi Bupati Lumajang.

“Selain kurang fokus pengelolaannya, mungkin juga karena terlalu percaya diri mengingat kemenangan Pilkada sebelumnya,” urainya.

“Terlepas dari semua itu, kecermatan memilih kandidat dan militansi dalam skenario pemenangan tentu menjadi faktor yang tak bisa diabaikan,” demikian Mochtar.

Sekadar diketahui, berdasarkan data hitung cepat versi KPU tertanggal 14 Desember 2020 pukul 11:00 WIB, PKB hanya berhasil mengantarkan satu kadernya, yakni H. Ahmad Muhdlor (Gus Modlor) sebagai Bupati terpilih Kabupaten Sidoarjo.

Sementara dari non kader, PKB sukses memenangkan Pilkada Kota Pasuruan yakni pasangan Saifullah Yusuf-Adi Wibowo, Pilkada Ngawi pasangan ony Anwar Harsono-Dwi Rianto Jatmiko dan Kabupaten Kediri, pasangan Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa. Kedua pasangan terakhir menang melawan kotak kosong.

Tiga partai politik berhasil tampil perkasa pada Pilkada kali ini, yakni partai Gerindra, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Tiga partai tersebut berhasil mengantakan banyak kader dan non kadernya sebagai kepala daerah terpilih. [ifw/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar