Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pilih Emil, Demokrat Klaim AHY Hapus Money Politics di Demokrat

Sekretaris DPC PD Nganjuk, Endah Sri Murtini saat berfoto dengan Ketua Demokrat Jatim terpilih, Emil Dardak.

Jakarta (beritajatim.com) – Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP yang juga Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengklaim, keputusan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, memilih Emil S. Dardak, sudah tepat dan sudah sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat.

Menurut Herzaky, Musda untuk mengusulkan calon ketua DPD terbaik, bukan dalam konteks menang-menangan suara karena masih ada tahapan fit & proper test setelah musda. Dia memaparkan, tahapan fit dan proper test dimunculkan dan disepakati di AD/ART Partai Demokrat karena di waktu lampau keunggulan suara yang diperoleh ketua terpilih di musda ada indikasi dan fakta terjadinya money politics.

“AHY berupaya menghapus money politics di Partai Demokrat dengan memastikan pelaksanaan tahapan fit & proper test sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat tahun 2020,” tegas Herzaky.

Untuk pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim sendiri, dia menjelaskan, ada beberapa pertimbangan strategis mengapa Emil E. Dardak yang dipilih. Pertama, Emil pernah menjadi bupati. Lalu, saat ini masih menurut Herzaky, Emil sedang mengemban amanah wakil gubernur.

“Sementara, Bayu sendiri baru menjadi anggota DPRD Provinsi. Jelas, pengalaman di dunia politik jauh lebih matang Emil dibandingkan Bayu,” tegas Herzaky.

Kedua, lanjutnya, saat fit dan proper test yang direkam, wujud pengalaman Emil Dardak tampak ketika lebih menguasai persoalan, pemetaan persoalan, maupun usulan solusi, termasuk rencana membirukan Demokrat di jatim. “Demokrat sendiri sebelum era Pakde Karwo, pernah menjadi nomor 1 di Jawa Timur. Sedangkan di sekarang di peringkat kelima,” ujarnya.

“Sekarang, Demokrat di Jawa Timur solid. Tidak ada lagi pendukung Emil dan pendukung Bayu. Yang ada hanya satu kubu, kubu AHY,” tutup Herzaky. (hen/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar