Politik Pemerintahan

Pilbup Mojokerto, Petahana Gandeng Bos Travel

Pertemuan petahana dengan bos travel, Jauharoh Said di rumah kediaman KH Chusaini Ilyas di Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/2/2020) malam. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Calon petahana, Pungkasiadi resmi menggandeng bos travel asal Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jauharoh Said, dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto. Keduanya resmi menyatakan maju Pilbup Mojokerto tak lepas dari deadline yang diberikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dewan Pimpinan Pusat (DPD) PDIP memberikan deadline sampai 29 Februari 2020. Jika tidak memperkenalkan wakilnya, maka Bupati Mojokerto ini harus pasrah dengan keputusan partai. Akhirnya, keduanya diperkenalkan di kediaman kiai sepuh, KH Chusaini Ilyas di Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/2/2020) malam.

Sekretaris PDIP Kabupaten Mojokerto Yuni Sri Erdiana membenarkan bahwa Bupati Pungkasiadi sudah resmi menggandeng seorang peremouan bernama Jauharoh Said untuk running dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mojokerto 2020. “Iya sudah ada. Pak Pung sudah memiliki wakil. KH Chusain yang milihkan. Bukan sosok yang lain,” ungkapnya, Selasa (25/2/2020).

Masih kata Yuni, nama Jauharoh mendadak muncul setelah mendapat petunjuk dari KH Chusaini Ilyas. Lantaran petahana dinilai memiliki tujuan untuk menyejahterakan masyarakat khususnya Kabupaten Mojokerto sehingga, pemilik Travel Umrah dan Haji An Namirah ini menerima ‘pinangan’ Pung (sapaan akrab, red).

“Sesuai tujuannya. Pak Bupati ingin menyejahterakan masyarakat. Meningkatkan taraf pendidikan dan sebagainya. Sangat mulia sekali. Para kiai dan keluarga, juga sudah merestui akhirnya saya terima,” pungkas istri H Irfan tersebut.

Sementara itu, Mahfud Said, kakak kandung Jauharoh mengatakan, kepastian adiknya resmi digandeng petahanan dibuktikan dengan silaturrahmi dan meminta doa restu ke KH Chusaini Ilyas pada, Senin (24/2/2020) malam. “Sudah final. Dan kita sudah meminta doa restu,” ujarnya.

Masih kata Ketua Yayasan Sunan Ampel, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini, adiknya memiliki pertimbangan yang sudah matang. Bisnis dan pesantrennya akhirnya dinomorduakan dan Jauharoh memilih fokus di momen Pilkada Mojokerto 2020.

Jauharoh Said merupakan sosok perempuan dengan kans pemilih yang lebih besar. Jauharoh juga mampu mencuri perhatian di kalangan Nahdliyin karena selama ini ia cukup akrab dengan organisasi Islam terbesar di Kabupaten Mojokerto tersebut. Selain memiliki modal yang besar karena ia adalah pemilik travel An Namiroh.

Perusahaan ini mampu memberangkatkan jamaah umrah hingga puluhan kali selama setahun. Sementara sebelumnya, Pung belum mengantongi rekomendasi lantaran tak kunjung memiliki calon wakil di pilkada, DPP akhirnya memberikan deadline kedua yang akan berakhir 29 Februari nanti. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar