Politik Pemerintahan

Pilbup Mojokerto, KPU Tak Mendirikan TPS di Lapas Klas IIB Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto tahun 2020 sebanyak 823.014 pemilih. Sementara jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 304 desa di Kabupaten Mojokerto ada sebanyak 2.084 TPS.

Jumlah tersebut tak satu pun ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto karena berada di wilayah Kota Mojokerto. Meski berada di Kota Mojokerto, namun jumlah penghuni Lapas yang berada di Jalan Taman Siswa Kota Mojokerto tersebut hampir 80 persen merupakan warga Kabupaten Mojokerto.

Ratusan ribu pemilih dan ratusan TPS tersebut diketahui dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Tahun 2020 yang digelar KPU Kabupaten Mojokerto di salah satu hotel di Kecamatan Trawas, Jumat (16/10/2020) kemarin.

“Di Lapas, hingga sampai saat ini kami belum menemukan regulasinya karena Lapas Klas IIB Mojokerto berada di wilayah Kota Mojokerto, maka dari itu belum ada regulasi yang mengatur bisa mendirikan TPS di wilayah lain,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Buchori, Sabtu (17/10/2020).

Meski diakui, hampir 80 persen penghuni Lapas Klas IIB Mojokerto merupakan warga Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut sudah disampaikan ke pihak Lapas Klas IIB Mojokerto dengan solusi penghuni lapas yang tercatat di DPT bisa mencoblos di TPS terdekat.

“Solusinya hanya kita bisa memberikan formulir A5 yakni pindah coblos. Jadi penghuni Lapas bisa membawa surat tersebut untuk mencoblos di TPS terdekat. Kita tidak menyiapkan sebanyak warga Kabupaten Mojokerto yang ada di Lapas, namun jika yang bersangkutan berkenan mencoblos maka akan kita berikan formulir tersebut,” katanya.

Meski diakui hal tersebut dirasa berat oleh pihak Lapas Klas IIB Mojokerto. Ini lantaran, lanjut Muslim, memang untuk membawa keluar penghuni Lapas cukup beresiko bagi pihak Lapas Klas IIB Mojokerto. Namun memang belum ada regulasi yang mengatur pendirian TPS di Lapas yang ada di luar wilayah pemilihan.

“Kalau Sidoarjo, punya dua Lapas. Potong dan Medaeng, namun karena memang berada di Sidoarjo dan saat ini juga menggelar Pilkada serentak sehingga TPS bisa didirikan di dua Lapas tersebut. Berbeda dengan Lapas Klas IIB Mojokerto yang berada di wilayah Kota Mojokerto. Hingga saat ini, belum ada regulasi mendidikan di luar wilayah. Golput bisa saja terjadi,” tegasnya. [tin]





Apa Reaksi Anda?

Komentar