Politik Pemerintahan

Pilbup Mojokerto 2020, KPU Terapkan Sistem Zonasi Saat Kampanye

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam penyelenggaraan kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto akan menerapkan sistem zonasi. Selain untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, juga untuk memudahkan pengamanan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif mengatakan, jadwal pelaksanaan kampanye yang menentukan adalah KPU, namun tidak ada ketentuan detail yang mengaturnya. Sehingga KPU Kabupaten Mojokerto menjadwalkan pelaksanaan kampanye berbasis konsensus yakni berupa kesepakatan dalam penyelenggaraan kampanye di masa Pandemi Covid-19.

“Pertama, KPU menawarkan format jadwal (kampanye) bergantian setiap hari atau zonasi dan dari 18 kecamatan dibagi menjadi tiga zona pada masing-masing kecamatan. Mekanisme zonasi kampanye berbasis wilayah kecamatan, setiap Paslon mendapatkan sesuai zona yang telah disepakati secara bergantian dan bergiliran,” ungkapnya, Selasa (22/9/2020).

Tahapan kampanye Pilbup Mojokerto sendiri akan dimulai tanggal 26 September sampai tanggal 5 Desember 2020. Namun, Divisi Teknis ini belum dapat memaparkan secara detail mengenai mekanisme pergantian zona kampanye. Terkait ketentuan massa saat kampanye, setiap paslon disesuaikan dengan kebutuhan.

“Sudah disiapkan zona- zona kampanye tersebut dan ketentuan massa akan disesuaikan dengan kebutuhan bermacam-macam karena bentuk kampanye itu bermacam-macam. Seperti, kampanye terbatas tatap muka dihadiri maksimal 50 orang dan rapat umum kampanye paling banyak 100 orang termasuk Paslon,” katanya.

Arif menambahkan, terkait ketentuan massa tersebut pihaknya menghimbau agar dipatuhi paslon dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Pihaknya memastikan penyelenggaraan Pilkada serentak, 9 Desember 2020 tetap digelar namun paslon dihimbau agar mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Mojokerto.

Ketua Tim Pemenangan Mas Pung-Mbak Titik (Pungkasiadi-Titik Masudah), Muhammad Irsyad Azhar mengatakan, jika pihaknya setuju penerapan kampanye model zonasi yang sudah diterapkan KPU Kabupaten Mojokerto. “Ya setuju karena memudahkan semua pihak kita juga lebih fokus dalam penentuan titik-titik kampanye dan penjadwalan,” tegasnya.

Di samping itu, lanjut Irsyad, wilayah yang akan menjadi lokasi kampanye tidak akan berbenturan dengan paslon lain. Karena masing-masing paslon setiap harinya berada di zona yang berbeda sehingga resiko terjadi gesekan antar pendukung minim terjadi. Hal ini cukup memudahkan masing-masing tim.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Ikbar (Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra), Santoso. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) sepakat dengan sistem zonasi yang dibagi tiga sesuai wilayah dengan format empat, tujuh dan tujuh dari total 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Dibagi tiga zona setiap hari Paslon itu bisa kampanye bisa efektif dan fokus karena zona juga tidak terlalu luas kita patuh aturan KPU Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan YONI (Yoko Priyono-Choirunnisa) saat dihubungi tidak respon. [tin]





Apa Reaksi Anda?

Komentar